Metronews

Gunung Kerinci Masih Siaga! Aktivitas Vulkanik Naik, Pendaki Dilarang Naik Sampai Waktu Tak Ditentukan

0

0

jambidalamberita |

Senin, 12 Jan 2026 13:33 WIB

Reporter : Wira

Editor : Wira

Aktivitas vulkanik Gunung Kerinci kembali menunjukkan peningkatan signifikan.-ost - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, KERINCI – Aktivitas vulkanik Gunung Kerinci kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Akibat kondisi tersebut, jalur pendakian gunung tertinggi di Indonesia itu resmi ditutup total sejak 6 Januari 2026 dan hingga kini belum ada kepastian kapan akan dibuka kembali.

Gunung Kerinci yang berada di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat saat ini berstatus Level II (Waspada). Status tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pendaki, mulai dari paparan gas beracun hingga lontaran material vulkanik.

Kepala Pos Pemantau Gunung Kerinci, Irwan, menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan gunung masih bersifat fluktuatif.

“Kegempaan kadang meningkat, kadang menurun. Untuk keselamatan, pendakian masih ditutup,” ujarnya.

Baca Juga:

Tamu Hotel di Sarolangun Kaget Temukan Lubang Misterius di Pintu Kamar

Penutupan seluruh jalur pendakian dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) sebagai langkah antisipasi. Kebijakan tersebut berlaku hingga kondisi gunung dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Pihak pengelola mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak nekat melakukan pendakian ilegal selama status Waspada masih diberlakukan. Informasi pembukaan kembali jalur pendakian nantinya akan diumumkan secara resmi melalui kanal komunikasi BBTNKS.

Sebelumnya, pengelola kawasan juga sempat mengumumkan pengembangan jalur pendakian baru melalui Solok Selatan, Sumatera Barat, yang dinilai lebih dekat bagi pendaki dari arah Padang. Namun, jalur tersebut juga ikut ditutup sementara seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Kerinci.

Sementara itu, jalur klasik melalui Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, masih menjadi rute favorit pendaki. Jalur ini dikenal memiliki panorama pegunungan khas, termasuk titik ikonik Tugu Yudha di ketinggian sekitar 3.690 meter di atas permukaan laut.

Gunung Kerinci sendiri memiliki ketinggian 3.805 mdpl dan tercatat sebagai gunung berapi tertinggi di Indonesia sekaligus Asia Tenggara. Hingga kini, pihak pengelola bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif demi memastikan keselamatan masyarakat.

Di sisi lain, aktivitas vulkanik juga tercatat meningkat di Gunung Semeru, Jawa Timur. Dalam periode pengamatan Minggu siang hingga sore, gunung tersebut mengalami puluhan gempa letusan serta satu kali getaran banjir. Gunung Semeru saat ini berstatus Level III (Siaga).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, termasuk larangan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah dan di sepanjang aliran sungai yang berpotensi dilalui awan panas serta lahar.

Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi demi menghindari risiko bencana. (*)

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER