Jambidalamberita.id, Kota Jambi – Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi segera mengambil langkah tegas untuk meluruskan polemik yang melibatkan guru dan siswa di SMKN 3 Jambi.
Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang liar dan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Hafiz mengatakan,
dinas pendidikan perlu segera mempertemukan pihak-pihak yang berselisih agar duduk bersama dan mencari titik terang. Menurutnya, klarifikasi harus dilakukan sejak awal sebelum persoalan melebar ke mana-mana.
Berdasarkan hasil pendalaman sementara, Hafiz menilai terdapat perbedaan sudut pandang antara pihak guru dan siswa sehingga sulit menarik kesimpulan secara sepihak. Karena itu, peran Disdik dinilai krusial untuk meredam konflik dan mencegah munculnya berbagai tafsir di ruang publik.
Ia juga menyayangkan adanya konflik di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi proses belajar dan pembentukan karakter.
Peristiwa tersebut, lanjut Hafiz, harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, khususnya terkait pembinaan karakter dan kualitas sumber daya manusia di Jambi.
Sementara itu, Kepala Bidang SMK
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, menyampaikan bahwa penanganan kasus tersebut mengedepankan pendekatan restorative justice. Pendekatan ini dinilai penting mengingat persoalan bermula dari relasi kekeluargaan antara pihak-pihak yang terlibat.
Sebagai langkah awal, guru yang terlibat sementara waktu tidak menjalankan aktivitas mengajar dan diberikan waktu untuk menenangkan diri. Pendalaman kasus akan dilakukan oleh Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), sedangkan Bidang Pembinaan SMK fokus memastikan proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal.
Harmonis menambahkan, meskipun upaya mediasi terus dilakukan, proses hukum tetap berjalan karena kedua belah pihak telah membuat laporan ke kepolisian. Namun, pihaknya berharap situasi yang mulai kondusif dapat membuka ruang dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan.
Untuk menjaga stabilitas di lingkungan sekolah, Disdik Provinsi Jambi juga melakukan langkah antisipatif dengan melibatkan aparat keamanan.
Ia menekankan pentingnya menjaga etika dan proporsi dalam hubungan guru dan siswa, terutama di tengah perubahan zaman yang dipengaruhi teknologi dan regulasi seperti undang-undang perlindungan anak.
“Guru dan siswa sama-sama memiliki batasan. Keduanya harus saling menghormati dan mampu mengendalikan emosi,” ujarnya. (*)