Metronews

DPRD Jambi Terima Aspirasi GMNI, Ivan Wirata Tegaskan Dukungan Program MBG dengan Zero Korupsi

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 14 Jul 2026 14:36 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jambi menyampaikan aspirasi dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa (14/7/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Dalam dialog tersebut turut hadir Ketua Organisasi TINDAK, Wiranto Manalu, yang menyoroti dugaan keberadaan dana siluman senilai Rp58 miliar. Ia meminta DPRD Provinsi Jambi memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut demi menjaga transparansi pengelolaan anggaran dan kepercayaan publik.

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafiz Fattah mengapresiasi aksi mahasiswa yang berlangsung tertib dan kondusif. Ia memastikan seluruh aspirasi akan ditampung untuk kemudian dibahas sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga:

Muhamad Yasir Minta Sekolah Hentikan Pungutan yang Memberatkan Orangtua Siswa

"Apa yang menjadi aspirasi adik-adik mahasiswa akan kami tampung. Selanjutnya akan kami bahas bersama seluruh anggota DPRD sesuai mekanisme dan tata tertib yang berlaku," ujar Hafiz.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Samsul Riduan. Menurutnya, sikap kritis mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

"Saya sepakat bahwa mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan memang harus memiliki rasa curiga terhadap setiap kebijakan pemerintah. Itulah fungsi aksi moral dan aksi sosial yang dijalankan mahasiswa," katanya.

Namun, Samsul menegaskan bahwa berbagai kewenangan DPRD, termasuk apabila muncul usulan penggunaan hak interpelasi, tidak dapat diputuskan hanya oleh unsur pimpinan DPRD.

"Semua harus dibahas secara internal bersama seluruh anggota DPRD. Tidak bisa diputuskan oleh kami berempat saja. Semua memiliki mekanisme yang harus dihormati," jelasnya.

Di penghujung dialog, pimpinan DPRD Provinsi Jambi memastikan tujuh tuntutan yang disampaikan GMNI akan menjadi perhatian serius dan dipelajari melalui mekanisme internal sebelum ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu ditutup dalam suasana penuh keakraban. Meski diawali dengan penyampaian kritik yang tajam, mahasiswa dan pimpinan DPRD menunjukkan bahwa demokrasi dapat dijalankan melalui dialog yang konstruktif, saling mendengar, serta memperkuat fungsi pengawasan demi memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI