Jambidalamberita.id, JAMBI – Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jambi di Gedung DPRD Provinsi Jambi berakhir dengan dialog terbuka yang berlangsung hangat, kondusif, dan mencerminkan semangat demokrasi.
Dialog tersebut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafiz Fattah, Wakil Ketua I Ivan Wirata, Wakil Ketua II Samsul Riduan, dan Wakil Ketua III Rusli Kemal Siregar. Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan terkait sejumlah kebijakan pemerintah, sementara pimpinan DPRD memberikan ruang seluas-luasnya untuk mendengarkan sekaligus memberikan penjelasan sesuai kewenangan lembaga legislatif.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menjelaskan alasan dirinya turun langsung menemui massa aksi sejak awal demonstrasi berlangsung. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melihat situasi di lapangan, terutama adanya kelompok emak-emak yang merupakan pekerja sekaligus penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ingin menyampaikan aspirasinya.
Sebagai kader Partai Golkar, Ivan menegaskan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis nasional.
"Program MBG ini pada dasarnya baik dan sangat mulia. Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu saya mendukung penuh pelaksanaannya," ujar Ivan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa dukungan terhadap program tersebut harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat agar pelaksanaannya berjalan profesional, transparan, dan sesuai standar operasional.
"Saya siap pasang badan mendukung Program MBG selama dijalankan dengan prinsip zero korupsi, zero markup, serta efisiensi anggaran yang tidak mengurangi kualitas gizi makanan yang diterima masyarakat. Program ini harus dievaluasi secara berkala agar benar-benar mencapai tujuan yang diinginkan pemerintah," tegasnya.
Ivan juga menilai kritik dari masyarakat maupun mahasiswa merupakan bagian penting dalam menyempurnakan kebijakan publik sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Jambi, Ludwig, menegaskan aksi demonstrasi yang dilakukan organisasinya bukan didasari kebencian terhadap pimpinan DPRD maupun individu tertentu.
"Bahkan kami tidak memiliki kebencian terhadap unsur pimpinan DPRD, termasuk Bang Ivan Wirata yang sering disebut sebagai 'Duta MBG'. Kami hadir menjalankan fungsi organisasi sebagai sosial kontrol terhadap setiap kebijakan pemerintah. Itu adalah tugas moral mahasiswa," kata Ludwig.
Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian agar seluruh program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta dijalankan secara transparan dan akuntabel.