JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan jawaban resmi Pemerintah Provinsi Jambi atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Penyampaian tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (8/4/2026).
Dalam forum tersebut, Al Haris menegaskan bahwa capaian pembangunan sepanjang 2025 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan ke depan, terutama dalam memperkuat fiskal daerah dan kualitas pelayanan publik.
Pada sektor kesehatan, Pemprov Jambi mencatat capaian positif dalam penanganan tuberkulosis (TBC) dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 87 persen, mendekati target nasional 90 persen, serta menempatkan Jambi di posisi sembilan secara nasional. Upaya percepatan terus dilakukan melalui pembentukan tim khusus eliminasi TBC serta optimalisasi penggunaan teknologi Tes Cepat Molekuler di fasilitas kesehatan.
Selain itu, program eliminasi malaria menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak delapan dari sebelas kabupaten/kota di Jambi atau sekitar 72,72 persen wilayah telah dinyatakan bebas malaria. Sementara tiga daerah lainnya masih dalam tahap percepatan melalui penguatan sistem surveilans dan intervensi berbasis wilayah.
Dalam aspek kesehatan ibu dan anak, prevalensi ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) berhasil ditekan dari 10,3 persen menjadi 9,6 persen pada akhir 2025, melampaui target nasional. Namun demikian, angka stunting tercatat meningkat menjadi 17,1 persen, meskipun masih berada di bawah rata-rata nasional. Pemerintah memastikan intervensi gizi dan layanan kesehatan ibu-anak akan diperkuat pada tahun 2026.
Peningkatan layanan juga dilakukan di RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan tipe B pendidikan. Perbaikan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia terus dilakukan, termasuk mengatasi keterbatasan tempat tidur pasien yang kini telah terselesaikan. Sementara itu, kewajiban keuangan rumah sakit sebesar Rp122,38 miliar akan diselesaikan secara bertahap melalui skema cicilan pada 2026.
Di sektor pendidikan, realisasi anggaran tahun 2025 mencapai 95,47 persen secara keuangan dan hampir sempurna secara fisik, yakni 99,79 persen. Alokasi anggaran pendidikan bahkan mencapai 33 persen dari total APBD, melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kinerja pendidikan vokasi juga menunjukkan tren positif. Tingkat serapan lulusan SMK meningkat menjadi 86,86 persen, didorong oleh penguatan program link and match dengan kebutuhan industri seperti perkebunan, manufaktur, dan pariwisata. Selain itu, ratusan mahasiswa dan dosen menerima beasiswa, serta ribuan pelajar mendapatkan bantuan pendidikan.
Pemprov Jambi juga mencatat masih terdapat lebih dari 40 ribu anak dalam kategori tidak sekolah yang akan menjadi fokus intervensi melalui program afirmasi pada 2026. Di sisi lain, pengembangan pendidikan inklusif terus dilakukan, termasuk penyediaan akses internet yang kini telah menjangkau seluruh SMA dan SMK di wilayah Jambi.
Dalam arah pembangunan jangka panjang, Al Haris menegaskan komitmen menjadikan Jambi sebagai penyangga bioindustri dan ketahanan energi di Sumatra. Strategi tersebut diwujudkan melalui hilirisasi dan diversifikasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.
Pada sektor infrastruktur, penanganan ruas jalan strategis seperti Padang Lamo di Kabupaten Tebo terus dilakukan secara bertahap sejak awal 2026. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan skema Inpres Jalan Daerah untuk mengatasi keterbatasan anggaran.
Di bidang pertambangan, dari total 86 perusahaan berizin, sebanyak 31 perusahaan aktif berproduksi sepanjang 2025. Realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) sektor mineral dan batu bara mencapai target penuh APBD, dengan kontribusi signifikan dari iuran tetap dan produksi. Pembangunan jalan khusus batubara juga menunjukkan progres signifikan, meskipun sebagian proyek masih menghadapi kendala perizinan dan pembebasan lahan.