Jambidalamberita.id, JAMBI – Al Haris menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari berdirinya gedung-gedung megah, melainkan dari kualitas akhlak dan karakter generasi muda yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa.
Menurutnya, pembinaan moral dan pembentukan kepribadian anak-anak menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depan daerah dan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Jambi 1447 Hijriah bersama masyarakat Kota Jambi yang digelar di Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kamis malam.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat. Ia berharap bulan suci ini menjadi momentum memperkuat keimanan melalui ibadah wajib dan sunnah, sekaligus membentuk pribadi Muslim yang lebih baik demi meraih rida Allah SWT.
Menurut Al Haris, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai sebagai modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.
"Tentunya pembangunan tidak bisa berjalan sendiri hanya dengan kerja pemerintah saja. Seluruh komponen masyarakat memiliki peran masing-masing untuk turut andil dalam upaya pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi akan terus berkolaborasi menciptakan keyamanan bagi masyarakat, sesuai dengan Kota Jambi bahagia," kata Gubernur Al Haris.
"Kota Jambi merupakan barometernya Provinsi Jambi, meskipun kita mempunyai 9 kabupaten 2 kota, wajah awal yang dilihat orang Kota Jambi nya, bila kotanya bersih, masyarakatnya murah senyum dan baik, terhadap semua orang, ini sudah membuat kesan baik bagi semua, dan sudah menutupi kabupaten lain," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menyoroti persoalan sosial yang memerlukan perhatian serius, yakni fenomena fatherless atau kehilangan figur ayah dalam keluarga.
Ia mengungkapkan adanya informasi dan data yang menunjukkan sebagian anak di Jambi tumbuh tanpa kasih sayang ayah, kondisi yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis dan perilaku di masa depan.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 24,80 persen anak di Jambi masuk kategori kehilangan figur ayah.
“Dari 100 anak, sekitar 24 anak kehilangan figur ayah. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Peran RT dan lingkungan sangat penting untuk membimbing mereka agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja,” tegasnya.
Al Haris mengingatkan bahwa fenomena fatherless tidak selalu disebabkan perceraian, tetapi juga dapat terjadi ketika ayah hadir secara fisik namun kurang terlibat secara emosional.