Selain isu ekonomi dan pajak, kunjungan kerja Pemkot Jambi ke Kota Malang juga dimanfaatkan untuk menjajaki kerja sama di bidang sosial kemasyarakatan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan Program Kampung Bahagia, sebuah konsep pembangunan berbasis kesejahteraan warga yang menjadi program unggulan Pemkot Jambi.
Maulana menjelaskan bahwa Kota Malang memiliki program serupa, sehingga kedua daerah dapat saling bertukar pengalaman dan memperkuat implementasi kebijakan pembangunan berbasis masyarakat.
Pertukaran gagasan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga melalui pendekatan kolaboratif antar pemerintah daerah.
Menurut Maulana, kerja sama antara Kota Jambi dan Kota Malang tidak akan berhenti pada pengelolaan pajak dan program sosial semata.
Masih terbuka peluang luas untuk bersinergi dalam berbagai sektor lain, mulai dari pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, hingga inovasi tata kelola pemerintahan.
Melalui kolaborasi ini, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Integrasi aplikasi digital seperti Persada dan Vesop diharapkan mampu mendorong terciptanya tata kelola pendapatan daerah yang lebih modern, efisien, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Wali Kota Jambi turut didampingi Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kerja sama lintas daerah ini.