Metronews

Mayat Lansia Mengapung di Sungai Batanghari, Warga Kembang Paseban Mersam Geger

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 30 Des 2025 18:59 WIB

Reporter : Vo

Editor : Kurniawan

Warga menyaksikan proses evakuasi sesosok mayat lansia yang ditemukan mengapung di Sungai Batanghari, wilayah Kelurahan Kembang Paseban, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Selasa (30/12/2025). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, Batang Hari – Warga Kelurahan Kembang Paseban RT 01, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat lansia yang mengapung di aliran Sungai Batanghari, Selasa siang, 30 Desember 2025. 

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.40 WIB dan sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar.

Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki berinisial Z, berusia 75 tahun. 

Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban merupakan warga RT 13 RW 05 Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo. 

Baca Juga:

Polres Kerinci Selidiki Dugaan Korupsi Dana KIP-K di STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh

Saat jasad korban terlihat mengapung di sungai, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berkerumun dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Batang Hari, AKP Fachri Rizky, membenarkan adanya penemuan mayat lansia di wilayah Desa Kembang Paseban, Kecamatan Mersam. Ia mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Mersam bersama unit reskrim langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Personel bersama Kapolsek Mersam dan Kanit Reskrim segera mendatangi lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi dari Sungai Batanghari dengan bantuan warga dan tim medis,” ujar AKP Fachri Rizky saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 31 Desember 2025.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Baca Juga:

Kapolres Batang Hari Paparkan Rilis Akhir Tahun 2025, Kasus Kriminalitas dan Narkoba Alami Kenaikan

Hal tersebut menguatkan dugaan bahwa korban meninggal bukan akibat tindak kriminal.

Kasat Reskrim Polres Batang Hari menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. 

Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Pihak keluarga korban sudah menerima kejadian ini dan menyatakan tidak dilakukan autopsi,” tutup AKP Fachri Rizky.

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER