Jambidalamberita.id, Bangko – Bupati Merangin, H. M. Syukur, membawa sejumlah agenda prioritas usai melakukan pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, di Ruang Rapat Lantai 21 Wisma Mandiri, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Senin 23 Februari 2026.
Pertemuan tersebut membuahkan empat poin kebijakan yang akan segera diimplementasikan di Kabupaten Merangin sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan sektor perumahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Program pertama berfokus pada pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Pemerintah Kabupaten Merangin akan menggandeng Permodalan Nasional Madani Mekaar agar rumah yang direnovasi melalui program bantuan tidak hanya menjadi hunian layak, tetapi juga difungsikan sebagai tempat usaha produktif bagi keluarga penerima manfaat. Skema ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha rumahan.
Agenda kedua menitikberatkan pada penataan kawasan kumuh. Pemkab Merangin berkomitmen melakukan transformasi kawasan tidak layak huni menjadi lingkungan yang sehat, tertata, dan memiliki infrastruktur dasar yang memadai. Penanganan kawasan kumuh dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
Selanjutnya, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah akan dioptimalkan agar seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi memperoleh alokasi yang merata. Melalui program ini, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperbaiki rumah tidak layak huni secara swadaya dengan dukungan stimulan dari pemerintah.
"Sedangkan poin keempat, kita akan menyederhanakan subsidi rumah, dengan mempermudah akses KPR Tapak dan Rusun bagi masyarakat Kabupaten Merangin yang berpenghasilan rendah,’’ujar Bupati.
Bupati M. Syukur menegaskan, keempat kebijakan tersebut akan segera direalisasikan agar tidak ada lagi masyarakat Bumi Tali Undang Tambang Teliti yang kesulitan memiliki atau mencicil rumah layak huni.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan komitmennya untuk melakukan terobosan besar dalam menyelesaikan persoalan perumahan nasional, termasuk di Kabupaten Merangin.
Saya sudah membuat proposal untuk mengurangi bunga menjadi 5% bagi 16 juta nasabah, terutama untuk ibu-ibu yang berusaha di rumah,’’ujar Menteri Ara (panggilan akrab Maruarar Sirait).
‘’Saya sudah membuat proposal untuk mengurangi bunga menjadi 5% bagi 16 juta nasabah, terutama untuk ibu-ibu yang berusaha di rumah,’’ujar Menteri Ara (panggilan akrab Maruarar Sirait).
Untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana, Menteri Maruarar Sirait berencana melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi usai Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam agenda tersebut, ia dijadwalkan bertemu perwakilan masyarakat Jambi, termasuk dari Kabupaten Merangin, guna memastikan kebijakan perumahan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.