Hingga Kamis (27/8/2026), Pemkot Jambi mencatat sekitar 602.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Distribusi air tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas umum dan sosial, satuan pendidikan, tempat ibadah serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Call Center 112 Diminta Jadi Jalur Cepat Pengaduan
Selain kesiapan armada, Kemas menekankan pentingnya memastikan masyarakat memiliki akses yang mudah dan cepat ketika membutuhkan bantuan.
Ia meminta keberadaan Call Centre Bahagia 112 benar-benar dimanfaatkan sebagai pintu pengaduan masyarakat, termasuk untuk melaporkan kebutuhan air bersih maupun kondisi darurat lainnya.
“Selain itu, perlu disiapkan layanan pengaduan dan permintaan bantuan yang mudah diakses masyarakat melalui Call Centre Bahagia 112. Untuk kebutuhan layanan kepolisian, masyarakat juga dapat menghubungi 110. Krisis akibat kekeringan harus kita hadapi bersama,” katanya.
Pemkot Jambi memastikan Call Center Bahagia 112 dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kebutuhan pasokan air bersih. Layanan tersebut bebas pulsa dan beroperasi selama 24 jam. Setiap laporan nantinya diproses BPBD dan dikoordinasikan bersama Perumdam Tirta Mayang.
Bagi Kemas, kecepatan pemerintah dalam merespons laporan masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Dalam situasi darurat, kata dia, masyarakat tidak membutuhkan janji panjang. Mereka membutuhkan bantuan yang datang tepat waktu.
Selain kekeringan, ancaman karhutla juga menjadi perhatian serius. Kondisi lahan yang semakin kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Sementara asap yang dihasilkan berpotensi kembali menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kota Jambi sebelumnya sempat mengalami penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Pemerintah Kota Jambi juga terus memantau dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, termasuk kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pada pemantauan pekan ke-33 tahun 2026, tercatat 1.681 kasus ISPA di Kota Jambi. Meski jumlah tersebut menurun dibandingkan pekan sebelumnya, kewaspadaan masyarakat tetap perlu ditingkatkan.