Kemas Faried juga menjelaskan alasan pengelolaan ambulans diserahkan kepada pengurus masjid. Menurutnya, pengelolaan melalui lembaga masjid dinilai lebih transparan, tertib, dan mampu menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, kebutuhan operasional seperti sopir, bahan bakar, hingga perawatan kendaraan diharapkan dapat ditanggung bersama melalui kas masjid maupun sedekah jamaah.
Ia menegaskan bahwa memperjuangkan aspirasi masyarakat tidak hanya sebatas pembangunan fisik seperti jalan dan drainase, tetapi juga menyangkut kebutuhan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Hal-hal yang berkaitan dengan kemaslahatan umat juga harus diperjuangkan. Insyaallah selama Allah memberikan jalan, aspirasi masyarakat akan terus kami kawal hingga terealisasi," ujarnya.
Di hadapan warga, Kemas Faried juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai wakil rakyat masih terdapat kekurangan. Namun, ia memastikan akan terus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat melalui fungsi DPRD.
Acara berlangsung penuh keakraban. Usai penyerahan ambulans, Kemas Faried berdialog langsung dengan warga, pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan jamaah tanpa sekat. Momen tersebut menjadi bukti komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dan mengawal setiap aspirasi hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Jambi.