Sementara itu, Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar mengingatkan bahwa ancaman radikalisme kini semakin nyata dan banyak menyasar generasi muda melalui ruang digital.
Ia menyebut pengaruh radikalisme dapat masuk melalui media sosial, game online, hingga berbagai platform digital yang diakses anak-anak setiap hari.
Kapolda mengungkapkan terdapat 116 anak di Indonesia yang terpapar paham radikalisme melalui media digital, termasuk melalui platform permainan daring Roblox.
Selain itu, ia juga menyoroti keterlibatan anak-anak dalam sejumlah kasus tindak pidana terorisme di Indonesia, termasuk peristiwa bom Surabaya yang melibatkan satu keluarga.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa anak-anak bisa menjadi sasaran bahkan pelaku apabila tidak mendapatkan pengawasan dan pembinaan yang tepat,” ujarnya.
Deklarasi berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas pelajar dari berbagai sekolah di Provinsi Jambi. Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran generasi muda untuk menjaga persatuan, menjauhi kekerasan, serta menangkal pengaruh radikalisme di lingkungan pendidikan.