Jambidalamberita.id, Muaro Jambi- Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, bersama Wakil Bupati, Junaidi H. Mahir, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Pekan Kreativitas dan Prestasi Siswa (KPPS) jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Tahun 2026.
Acara pembukaan berpusat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi, pada Rabu (06/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Muaro Jambi, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres Muaro Jambi, Dandim 0415/Jambi, Ketua Pengadilan Negeri, dan Ketua Pengadilan Agama. Hadir pula Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua Komisi I DPRD, Anggota DPRD Dapil Sekernan, Maro Sebo, dan Jaluko, serta jajaran Kepala OPD dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana menggali potensi luar biasa para siswa di Bumi Sailun Salimbai.
"O2SN, FLS3N, dan KPPS merupakan wadah krusial dalam mengembangkan potensi, bakat, serta minat peserta didik. Namun, esensi utama dari kompetisi ini adalah proses pembentukan jiwa patriotisme, sportivitas, dan karakter siswa," ujar Bupati.
Adapun cabang lomba yang digelar tahun ini meliputi:
• O2SN: Atletik, Renang, Bulutangkis, Pencak Silat, dan Senam.
• FLS3N: Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Seni Tari.
• KPPS (Bidang Keagamaan): Kaligrafi, Kriya Lidi, Syarhil Qur’an, dan Tartil Qur’an.
Bupati juga berpesan kepada panitia dan dewan juri agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi demi kelancaran acara. Kepada para peserta, beliau memberikan motivasi untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam berkompetisi.
“Kepada anak-anakku, selamat berjuang. Jadikan ajang ini sebagai tempat menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik dan kompetitif,” tambahnya.
Acara diakhiri dengan pernyataan pembukaan secara resmi oleh Bupati Muaro Jambi, menandai dimulainya persaingan sehat bagi para siswa berprestasi di tingkat kabupaten tersebut.