Hukum

Dosen UIN Jambi Diduga Terlibat Skandal Perselingkuhan, Digerebek Istri di Kamar Kos

0

0

jambidalamberita |

Sabtu, 02 Mei 2026 09:06 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Kurniawan

Penggerebekan oknum dosen Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi berinisial DK di kamar kos kawasan Simpang IV Sipin, Kota Jambi, Jumat(1/5/2026), - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, JAMBI – Warga Kota Jambi digegerkan oleh peristiwa penggerebekan yang menyeret nama seorang oknum dosen dari Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Insiden yang diduga berkaitan dengan kasus perselingkuhan ini terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026, di sebuah kamar kos kawasan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura.

Oknum dosen yang terlibat diketahui berinisial DK. Ia disebut-sebut menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Dekan di Fakultas Syariah. DK digerebek langsung oleh istrinya saat berada di dalam kamar bersama seorang perempuan muda yang diduga merupakan mahasiswi.

Berdasarkan informasi yang beredar, penggerebekan ini bermula dari kecurigaan sang istri terhadap aktivitas suaminya yang dinilai tidak biasa. Setelah menelusuri keberadaan DK, sang istri akhirnya mendatangi lokasi yang dicurigai sebagai tempat pertemuan tersebut.

Baca Juga:

Heboh! Penggerebekan Dosen dan Mahasiswi di Telanaipura Jambi Viral, Publik Soroti Etika Tenaga Pendidik

Ketegangan pun tak terhindarkan saat pintu kamar kos berhasil dibuka. DK ditemukan berada di dalam kamar bersama perempuan tersebut. Situasi sontak memanas dan memicu keributan yang mengundang perhatian warga sekitar.

Aparat setempat turut hadir untuk mengamankan kondisi. Lurah Simpang IV Sipin, Ketua RT, serta unsur keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas terlihat berada di lokasi guna memastikan situasi tetap terkendali.

Peristiwa ini semakin menjadi sorotan publik setelah video penggerebekan diunggah oleh akun Instagram Instagram @jambisharing. Dalam waktu singkat, rekaman tersebut menyebar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Respons warganet pun bermunculan, mayoritas menyoroti posisi DK sebagai tenaga pendidik yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan integritas.

Di sisi lain, pihak kampus melalui Wakil Rektor UIN STS Jambi, Pahmi, membenarkan bahwa DK merupakan bagian dari tenaga pengajar di institusi tersebut. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait langkah atau sanksi yang akan diambil.

Kasus ini memicu diskusi luas di tengah masyarakat, khususnya terkait etika profesi di dunia pendidikan. Banyak pihak menilai bahwa seorang dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur teladan bagi mahasiswa.

Selain itu, dugaan keterlibatan mahasiswi dalam peristiwa ini turut menyoroti pentingnya batasan profesional dalam relasi antara tenaga pendidik dan peserta didik di lingkungan akademik.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa integritas dan tanggung jawab moral merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan. Publik kini menanti langkah tegas, transparan, dan akuntabel dari pihak kampus dalam menyikapi kasus yang tengah menjadi perhatian luas ini.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER