Jambidalamberita.id, Jambi – GOR Kota Baru dipenuhi belasan ribu pelajar tingkat SMA, SMK, dan SMP se-Provinsi Jambi dalam deklarasi akbar penolakan terhadap paham IRET, TCC, serta aksi perundungan atau bullying, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Beri Diatra, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My.
Deklarasi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mencegah berkembangnya paham IRET yang merupakan singkatan dari intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Selain itu, para pelajar juga menyatakan penolakan terhadap pengaruh TCC (True Crime Community) serta praktik bullying di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan pentingnya membekali generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter, toleransi, serta semangat kebangsaan bagi generasi muda Jambi.
“Generasi muda Jambi harus menjadi benteng persatuan, bukan korban pengaruh radikalisme, kekerasan maupun pergaulan yang merusak masa depan,” ujar Al Haris.
Ia juga menyoroti masih adanya kasus perundungan di sekolah serta munculnya pengaruh komunitas menyimpang yang mulai menyasar anak-anak dan remaja.
Karena itu, Al Haris mengajak seluruh pelajar untuk menjauhi narkoba, kekerasan, hingga paham terorisme yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.
“Kita harus jadi anak-anak yang cinta Indonesia dan cinta tanah air. Tidak boleh ada yang anti terhadap NKRI, karena kalian adalah aset bangsa yang sangat berharga,” katanya.
Gubernur Jambi itu menambahkan bahwa tantangan generasi muda di era digital semakin berat karena berbagai pengaruh negatif sangat mudah masuk melalui media sosial dan internet.
“Kita harus tolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme. Hindari bullying di sekolah dan jangan sampai salah pergaulan,” tambahnya.