Metronews

Belasan Ribu Pelajar Jambi Deklarasi Tolak IRET, TCC dan Bullying di GOR Kota Baru

0

0

jambidalamberita |

Kamis, 07 Mei 2026 16:45 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Belasan ribu pelajar se-Provinsi Jambi memadati GOR Kota Baru dalam deklarasi penolakan IRET, TCC dan bullying yang dihadiri Gubernur Jambi Al Haris bersama jajaran Forkopimda, Kamis (7/5/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, Jambi – GOR Kota Baru dipenuhi belasan ribu pelajar tingkat SMA, SMK, dan SMP se-Provinsi Jambi dalam deklarasi akbar penolakan terhadap paham IRET, TCC, serta aksi perundungan atau bullying, Kamis (7/5/2026).

Gambar

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Beri Diatra, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My.

Deklarasi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mencegah berkembangnya paham IRET yang merupakan singkatan dari intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Selain itu, para pelajar juga menyatakan penolakan terhadap pengaruh TCC (True Crime Community) serta praktik bullying di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan pentingnya membekali generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan.

Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter, toleransi, serta semangat kebangsaan bagi generasi muda Jambi.

Baca Juga:

Mahasiswa UIN STS Jambi Borong Gelar Duta Bahasa Jambi 2026, Dua Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional

“Generasi muda Jambi harus menjadi benteng persatuan, bukan korban pengaruh radikalisme, kekerasan maupun pergaulan yang merusak masa depan,” ujar Al Haris.

Ia juga menyoroti masih adanya kasus perundungan di sekolah serta munculnya pengaruh komunitas menyimpang yang mulai menyasar anak-anak dan remaja.

Karena itu, Al Haris mengajak seluruh pelajar untuk menjauhi narkoba, kekerasan, hingga paham terorisme yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

“Kita harus jadi anak-anak yang cinta Indonesia dan cinta tanah air. Tidak boleh ada yang anti terhadap NKRI, karena kalian adalah aset bangsa yang sangat berharga,” katanya.

Gubernur Jambi itu menambahkan bahwa tantangan generasi muda di era digital semakin berat karena berbagai pengaruh negatif sangat mudah masuk melalui media sosial dan internet.

Baca Juga:

UIN STS Jambi Resmikan Laboratorium Bahasa Modern dan English Corner, Perkuat Kompetensi Global Mahasiswa

“Kita harus tolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme. Hindari bullying di sekolah dan jangan sampai salah pergaulan,” tambahnya.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER