Pendidikan

Hari Terakhir Revalidasi UGGp: Evaluator UNESCO Sisir Enam Titik Strategis di Merangin

0

0

jambidalamberita |

Kamis, 13 Agu 2026 20:08 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Evaluator UNESCO meninjau sejumlah geosite dalam rangka revalidasi UNESCO Global Geopark Merangin-Jambi, Kamis (13/8/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID, MERANGIN – Proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin-Jambi memasuki hari terakhir pada Kamis (13/8). 

Dua evaluator dunia, Prof. Dr. Yongmun Jeon asal Jeju Island UGG (Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee asal Monts D’Ardèche UGG (Prancis), menyisir enam titik penilaian strategis di wilayah Kabupaten Merangin.

Gambar

Dalam peninjauan lapangan ini, tim evaluator didampingi langsung oleh General Manager Geopark Merangin-Jambi, Agus Zainudin, serta perwakilan dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Rangkaian evaluasi diawali di Danau Pauh, Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat. Di lokasi ini, kedua evaluator diajak menyusuri danau menggunakan perahu sembari melihat pohon pauh yang menjadi asal-usul penamaan danau tersebut. 

Baca Juga:

Sabet Juara III Regional Sumatera, Pemkot Jambi Raih Penghargaan Kemendagri dan Dana Rp1 Miliar

Evaluator juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga setempat guna menggali sejauh mana keberadaan geosite ini berdampak pada peningkatan ekonomi warga di sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM.

Perjalanan dilanjutkan ke Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat. Evaluator meninjau Tugu Kalpataru, simbol penghargaan yang diraih Kelompok Pengelola Hutan Adat (KPHA) Depati Kara Jayo Tuo dari Kementerian LHK pada 2019 atas keberhasilan menjaga kelestarian hutan adat seluas 130 hektar secara turun-temurun.

Gambar

Tak jauh dari lokasi tersebut, tim meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Rantau Kermas berkapasitas 37–41 kW yang beroperasi sejak 2018. Memanfaatkan aliran Sungai Batang Langkup, fasilitas ini menjadi bukti keterikatan antara kelestarian hutan adat dan kemandirian energi warga setempat. 

Suasana kearifan lokal semakin kental saat evaluator diajak berkeliling melihat arsitektur tradisional Rumah Tuo (rumah panggung) Desa Rantau Kermas dan melihat hasil perkebunan kulit manis dan kopi.

Baca Juga:

Jambi Raih Penghargaan Daerah Berprestasi, Dapat Rp 5 Miliar untuk Bedah 250 Rumah

Sebagai bagian dari penilaian pilar ekonomi berbasis konservasi, rombongan menyambangi rumah produksi Kopi Lembah Mentenang (LM) di Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat. 

Kopi yang ditanam di tanah subur hasil letusan gunung purba kawasan bentang alam Gunung Masurai ini merupakan geoproduk unggulan sekaligus UMKM binaan Geopark Merangin-Jambi.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER