Bergeser ke Kecamatan Lembah Masurai, peninjauan berlanjut ke Basecamp Mount Masurai di Desa Sungai Lalang untuk mencermati pemetaan rute pendakian serta potensi keanekaragaman hayati kawasan Gunung Masurai.
Selanjutnya, tim meninjau alat pendeteksi gempa BMKG di Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai. Fasilitas mitigasi bencana yang dibangun pada 2025 ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini getaran gempa bagi masyarakat sekitar.
Rangkaian peninjauan lapangan diakhiri di Air Terjun Sigerincing, Desa Tuo. Geosite penting terbentuk dari aktivitas letusan purba Gunung Masurai (pre-caldera era) ini menjadi salah satu daya tarik utama geologi kawasan Merangin-Jambi.
Penerjemah dari Balai Bahasa Jambi, Lukman, menyampaikan bahwa secara umum seluruh agenda peninjauan lapangan berjalan lancar dan dua evaluator dunia tersebut telah mengantongi berbagai catatan penting.
"Pada dasarnya para evaluator telah melihat langsung seluruh potensi yang ada dan sudah memiliki catatan untuk penilaian revalidasi. Hasil peninjauan ini nantinya akan disampaikan secara resmi dalam progress report di kantor BP Geopark Merangin Jambi," kata Lukman.