Jambidalamberita.id, Kota Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Chromatic Anniversary of Netco’s 48th Milestone (CINEMA) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-48 SMA Negeri 3 Kota Jambi, Rabu (04/02/2026) pagi.
Menurut Al Haris, SMA Negeri 3 Kota Jambi menunjukkan konsistensi dalam membentuk generasi yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Ia mengapresiasi capaian akademik sekolah tersebut yang dinilai sangat membanggakan. Dari 14 bidang studi yang diuji melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebanyak 12 bidang studi mencatatkan nilai di atas rata-rata nasional.
“Ini pencapaian yang luar biasa. Artinya pola asuh dan pola pendidikan yang diterapkan para guru telah menghasilkan siswa dengan kemampuan bertaraf nasional. Bahkan, sudah ada siswa yang diterima melanjutkan pendidikan di Singapura. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Al Haris.
Gubernur Jambi itu menambahkan, capaian TKA tersebut telah tercatat di Kementerian Pendidikan dan menjadi indikator kualitas pembelajaran di sekolah. Ke depan, data ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan mutu pendidikan terus meningkat.
“Sekolah-sekolah dengan kualitas pengajaran yang baik akan terlihat jelas. Jika terjadi penurunan, tentu akan kita evaluasi secara bertahap agar dapat dilakukan perbaikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Al Haris menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini memberi perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Fokus tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, termasuk revitalisasi dan pembangunan ribuan sekolah di seluruh Indonesia.
“Indonesia kini telah masuk dalam kategori negara maju. Konsekuensinya, persaingan SDM tidak lagi hanya antar daerah, tetapi juga antar negara. Karena itu, tugas kita bersama adalah menyiapkan SDM daerah yang mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Al Haris juga mengingatkan adanya tantangan serius yang harus dihadapi generasi muda ke depan. Ia menyebutkan tiga ancaman utama yang menjadi perhatian pemerintah, yakni penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online, serta penyebaran paham radikalisme melalui media sosial.
“Di balik kemajuan teknologi dan digitalisasi, ada pihak-pihak yang memanfaatkan media sosial untuk memengaruhi kepribadian dan pola pikir anak-anak. Ini sangat berbahaya dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pendidik, dan orang tua,” pungkasnya.