Jambidalamberita.id, Bangko - Pemerintah Kabupaten Merangin terus memperkuat fondasi ketahanan keluarga dengan menggandeng peran strategis majelis taklim.

Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah Badan Kontak Majelis Taklim Kabupaten Merangin Tahun 2026 yang resmi dimulai pada Rabu, 4 Februari, bertempat di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin.
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi penting antara pemerintah daerah dan para pengurus BKMT dalam merespons berbagai persoalan sosial yang kian kompleks. Mewakili Bupati Merangin, Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Firdaus, menegaskan bahwa peran BKMT saat ini telah melampaui fungsi pengajian semata.
BKMT dinilai sebagai mitra strategis pemerintah yang berada di garis terdepan dalam mendeteksi dan menangani persoalan sosial di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Firdaus menyoroti peran sentral ibu-ibu majelis taklim sebagai penjaga awal ketahanan keluarga. Ia menilai tantangan era digital, seperti stunting, kenakalan remaja, hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga, membutuhkan pendekatan yang tidak hanya struktural, tetapi juga emosional dan berbasis nilai keagamaan.
Menurutnya, kontribusi BKMT selama ini terbukti nyata dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya menekan angka stunting dan menjaga keharmonisan keluarga. Atas dasar itu, pemerintah daerah berharap Rakerda ini mampu melahirkan gagasan dan program inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Rakerda BKMT Kabupaten Merangin tahun ini mengusung tema penguatan peran majelis taklim yang mandiri, berdaya, dan berakhlakul karimah. Tema tersebut diharapkan menjadi landasan dalam merancang program kerja yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sejalan dengan itu, Ketua PD BKMT Kabupaten Merangin, Hj. Lavita Mudahar Syukur, S.E., mengajak seluruh jajaran pengurus, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk menjaga soliditas organisasi. Ia menekankan bahwa kekompakan menjadi kunci utama agar program-program pemberdayaan perempuan benar-benar menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
Ia juga menilai momentum menjelang Ramadan 1447 Hijriah sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat peran ibu dalam keluarga. Menurutnya, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak, sehingga pembinaan keagamaan dan moral harus terus diperkuat melalui aktivitas majelis taklim.
Rakerda ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hendri Widodo, Asisten III Setda Merangin Henizor, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Agus Salim, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Merangin, serta para pengurus BKMT tingkat kecamatan se-Kabupaten Merangin.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis dari masing-masing bidang sebagai dasar penyusunan peta jalan kerja BKMT Merangin untuk satu tahun ke depan. Langkah ini diharapkan mampu memastikan setiap program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan sosial yang terus berkembang.