Jambidalamberita.id, Kota Jambi - Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan energi yang lebih efisien dan terjangkau. Upaya tersebut ditunjukkan dengan kelanjutan program jaringan gas bumi rumah tangga yang dinilai memberikan dampak langsung bagi ekonomi warga.
Setelah merealisasikan pembangunan lebih dari 13 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga beserta infrastruktur pendukung sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Jambi kini bersiap memperluas cakupan layanan pada tahun-tahun berikutnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang daerah dalam mendukung ketahanan energi sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Keseriusan tersebut terlihat dari audiensi yang dilakukan Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dengan Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Republik Indonesia, di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Jambi kembali mengajukan usulan perluasan jaringan gas bumi rumah tangga untuk wilayah Kota Jambi. Usulan ini disertai paparan menyeluruh mengenai potensi pengembangan jaringan gas yang tidak hanya meningkatkan efisiensi energi rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Berdasarkan data terkini, jumlah pelanggan jaringan gas rumah tangga di Kota Jambi telah melampaui 13 ribu sambungan rumah, dengan lebih dari sebelas ribu di antaranya tercatat aktif. Kehadiran jaringan gas ini dinilai mampu membantu pengendalian inflasi daerah, mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, serta menekan ketergantungan masyarakat terhadap LPG subsidi 3 kilogram. Selain itu, efisiensi biaya energi turut mendorong perputaran ekonomi lokal.
Wali Kota Maulana menjelaskan, dalam audiensi tersebut Pemkot Jambi secara resmi mengusulkan penambahan lebih dari 50 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga. Angka tersebut diperoleh dari hasil pendataan lapangan yang menunjukkan tingginya kebutuhan serta antusiasme masyarakat terhadap pemanfaatan gas bumi.
Selain menyampaikan usulan tertulis, Pemkot Jambi juga memaparkan progres pembangunan jaringan gas yang sedang berjalan pada periode 2025–2026. Pembangunan sebanyak 13.235 sambungan rumah di Kecamatan Alam Barajo dan Kotabaru ditargetkan rampung pada Juli 2026. Hingga saat ini, proses pengerjaan infrastruktur dilaporkan berjalan sesuai rencana.
Maulana optimistis, apabila tidak terdapat kendala berarti, masyarakat yang rumahnya telah terhubung jaringan gas dapat mulai memanfaatkan gas bumi untuk kebutuhan sehari-hari pada pertengahan tahun ini. Pemanfaatan gas rumah tangga tersebut diyakini memberikan kenyamanan sekaligus efisiensi biaya bagi warga.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menegaskan kesiapan Pemkot Jambi melalui Badan Usaha Milik Daerah PT Siginjai Sakti untuk terlibat aktif dalam pengelolaan dan distribusi jaringan gas rumah tangga ke depan. Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMD dipandang penting agar pengelolaan jaringan gas berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pemkot Jambi berharap audiensi langsung dengan jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi ini menjadi sinyal kuat atas keseriusan daerah dalam memperjuangkan kebutuhan energi warganya. Mengingat masih banyak rumah tangga di Kota Jambi yang belum terjangkau jaringan gas, perluasan program ini dinilai sangat mendesak.
Melalui program strategis nasional jaringan gas rumah tangga, Pemkot Jambi menargetkan dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam menekan biaya energi rumah tangga. Program ini juga sejalan dengan visi Kota Jambi sebagai kota yang ramah lingkungan dan mandiri energi, sekaligus mendukung agenda pemerintah pusat dalam memperluas akses energi bersih, murah, dan berkelanjutan.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi di daerah sebagai langkah strategis menuju kedaulatan energi nasional. Di sisi lain, jaringan gas rumah tangga juga diproyeksikan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan menjadi elemen penting dalam transisi menuju sistem energi yang lebih efisien, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Jambi.