Meski kondisi karhutla di Jambi dinilai relatif terkendali, Al Haris mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada selama musim kemarau. Pemerintah Provinsi Jambi terus mengoptimalkan kesiapsiagaan melalui delapan posko penanganan karhutla dengan dukungan hampir 4.000 personel.
Sebaran Personel di Tiga Pos Penanganan
Berdasarkan data operasi, sebanyak 146 personel disiapkan untuk memperkuat penanganan karhutla di tiga pos, yakni Pos Sungai Aur Tahura di Kabupaten Muaro Jambi, Pos Sungai Rengas, dan Pos Labuhan Pering.
Rinciannya, 69 personel ditempatkan di Pos Sungai Aur Tahura, 37 personel di Pos Sungai Rengas, dan 40 personel di Pos Labuhan Pering.
Dukungan melalui jalur udara juga disiapkan untuk mempercepat mobilisasi menuju lokasi kebakaran. Pos Sungai Aur Tahura dan Pos Sungai Rengas masing-masing mendapat dukungan 30 personel udara dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas.
Sementara itu, Pos Labuhan Pering mendapat dukungan 30 personel TNI melalui jalur udara.
Pengerahan tersebut diharapkan memperkuat upaya pemadaman di titik-titik yang sulit dijangkau sekaligus mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo menekankan pentingnya kekompakan dan sinergi seluruh personel yang terlibat dalam operasi penanganan karhutla.
Ia meminta setiap tim memastikan kesiapan personel dan kondisi lapangan sebelum melaksanakan tugas.
Menurutnya, keberhasilan pemadaman tidak hanya bergantung pada jumlah personel, tetapi juga koordinasi yang baik antarlembaga.
Kapolda juga mendorong pelibatan masyarakat setempat dalam penanganan kebakaran, sepanjang dilakukan secara aman dan mengikuti arahan petugas.
“Kita harus kompak karena ini tanggung jawab bersama. Apabila ada masyarakat di sekitar lokasi, ajak mereka untuk ikut berperan dalam upaya mengatasi kebakaran. Dengan sinergi yang baik, penanganan akan lebih efektif,” ujarnya.
Melalui operasi gabungan ini, Pemerintah Provinsi Jambi bersama TNI, Polri, dan unsur terkait berharap kebakaran di kawasan taman nasional segera terkendali. Upaya tersebut juga ditujukan untuk meminimalkan kerusakan lingkungan, ancaman terhadap satwa, serta dampak