Selain itu, warga diingatkan untuk berhati-hati saat menggunakan kompor gas serta memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
OPD Dilibatkan dalam Penanganan Pascakebakaran
Untuk memastikan penanganan berjalan lintas sektor, Bupati turut membawa sejumlah kepala dinas dan instansi terkait, meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Keterlibatan sejumlah OPD tersebut ditujukan untuk mengoordinasikan kebutuhan kesehatan, ketersediaan pangan, bantuan sosial, serta langkah pemulihan pascabencana bagi warga terdampak.
Di akhir kunjungannya, M. Syukur mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Tunggul Bulin dalam menghadapi musibah. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu para korban memenuhi kebutuhan mendesak dan menjadi dukungan bagi mereka untuk kembali menata kehidupan.
Kerugian Kebakaran Ditaksir Rp2 MiliarBerdasarkan laporan resmi Pemerintah Desa Tunggul Bulin Nomor 474.1/167/DS-TB/2026, kebakaran tersebut mengakibatkan sembilan unit rumah warga hangus dengan perkiraan total kerugian material mencapai Rp2 miliar.
Sembilan kepala keluarga yang terdampak masing-masing adalah Amin, Aisah, Fahru Rozi, Hasiah, Saripah, Siandri, Alkomar, Syafriadi, dan Gum.
Para korban berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, termasuk petani dan wiraswasta. Sebagian warga lainnya tercatat mengurus rumah tangga.
Musibah tersebut menyebabkan sembilan keluarga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta memulihkan kehidupan mereka.