JAMBIDALAMBERITA.ID, Batang Hari – Memburuknya kualitas udara di Kabupaten Batang Hari mendapat respons cepat dari Polres Batang Hari. Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., turun langsung membagikan 5.000 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Mapolres Batang Hari tersebut turut dihadiri Wakapolres Batang Hari serta para pejabat utama (PJU) Polres Batang Hari.
Kapolres mengatakan, pembagian masker tidak hanya dilakukan di tingkat Polres, tetapi akan dilanjutkan secara serentak di seluruh Polsek jajaran Polres Batang Hari.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bahkan terlihat langsung memasangkan masker kepada seorang pengendara sepeda motor. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
AQI 243, Kategori Sangat Tidak Sehat
Langkah tersebut diambil setelah data pemantauan kualitas udara pada Senin (24/8/2026) pukul 06.30 WIB menunjukkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Kabupaten Batang Hari dan sekitarnya mencapai 243.
Angka tersebut masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”, dengan polutan utama berupa partikulat halus PM2.5.
“Kami membagikan 5.000 masker kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya di Polres, tapi juga akan kami laksanakan di seluruh Polsek jajaran Polres Batang Hari,” ujar AKBP Arya Tesa Brahmana.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik.
“Kami tidak hanya mengatur lalu lintas dan kamtibmas, tapi juga menjaga kesehatan masyarakat dari dampak asap karhutla. Gunakan masker, sayangi paru-paru Anda. Mari bersama-sama kita cegah karhutla untuk Indonesia,” tegasnya.
Pembagian masker ini menjadi salah satu langkah Polres Batang Hari dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan dan mencegah dampak karhutla.
Kapolres juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan kepada pihak berwajib.