Metronews

Festival Batanghari 2026 Kembali Masuk KEN, Angkat Sejarah Jalur Rempah Sungai Batanghari

0

0

jambidalamberita |

Sabtu, 15 Agu 2026 13:01 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Kurniawan

Gubernur Jambi Al Haris bersama sejumlah pejabat dan tamu undangan berfoto bersama saat pembukaan Festival Batanghari 2026 di Lapangan Taman Mini Melayu Jambi Eks MTQ, Jumat malam (14/8/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

“Angka tersebut menjadi modal penting bagi kita untuk terus memperkuat promosi pariwisata, meningkatkan kualitas destinasi, serta memperbaiki berbagai aspek pendukung agar wisatawan semakin nyaman dan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung ke Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.

Baca Juga:

Hari Terakhir Revalidasi UGGp: Evaluator UNESCO Sisir Enam Titik Strategis di Merangin

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas transportasi menuju berbagai destinasi wisata di Jambi. Optimalisasi sejumlah bandara dinilai dapat memperluas akses wisatawan untuk berkunjung ke Provinsi Jambi.

Selain konektivitas, Al Haris mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Jambi. Salah satunya Museum Sriwijaya Dharmakirti di kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi yang baru diresmikan Menteri Kebudayaan RI.

“Kita berharap ke depan kawasan Muaro Jambi bisa menjadi salah satu warisan dunia dan mendapatkan pengakuan UNESCO,” katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyelenggarakan Festival Batanghari.

Baca Juga:

Sabet Juara III Regional Sumatera, Pemkot Jambi Raih Penghargaan Kemendagri dan Dana Rp1 Miliar

“Tahun ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan karena untuk kelima kalinya Festival Batanghari kembali terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara,” ujar Raden Wisnu.

Ia menilai Festival Batanghari memiliki identitas yang kuat karena mengangkat Sungai Batanghari sebagai bagian penting dari sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Jambi.

“Batanghari bukan sekadar sungai. Batanghari adalah nadi kehidupan, jalur perdagangan, pusat lahirnya peradaban Melayu Jambi sekaligus ruang tumbuhnya tradisi, seni dan budaya,” katanya.

Raden Wisnu menjelaskan, Kementerian Pariwisata terus mendorong setiap daerah mengembangkan cerita serta kekayaan budaya lokal menjadi pengalaman wisata yang berkualitas.

Menurutnya, penyelenggaraan event bukan hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

Baca Juga:

550 Rumah Tak Layak Huni Segera Dibedah, Pemprov Jambi Siapkan Bantuan Rp20 Juta

Ia turut mendorong pengembangan pariwisata regeneratif, yakni konsep pariwisata yang tidak hanya menjaga kelestarian alam dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami berharap Festival Batanghari terus berkembang menjadi signature event Provinsi Jambi. Semoga tahun depan bisa masuk 10 besar dan menjadi kebanggaan masyarakat Jambi sekaligus magnet wisata budaya yang mampu menarik wisatawan Nusantara maupun mancanegara,” pungkasnya.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


Kurniawan

0

0

Ekonomi

Jumat, 14 Agu 2026 08:38 WIB

BERITA POPULER