Metronews

Kabut Asap Makin Pekat, Kualitas Udara Kota Jambi berbahaya

0

0

jambidalamberita |

Senin, 05 Okt 2026 08:25 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Yudi

Kualitas udara Kota Jambi memburuk, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 235,5 µg/m³ pada Senin (05/10/2026) pagi.pukul 08 : 00 - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – Kabut asap pekat kembali menyelimuti wilayah Kota Jambi dan sekitarnya pada Senin (5/10) pagi. Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya tingkat polusi udara yang dipengaruhi aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pemantauan indikator kualitas udara AQI⁺ pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara di Jambi mencapai angka 320. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara berada pada kategori sangat buruk dan berisiko bagi kesehatan.

Polutan utama yang terpantau adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 235,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Konsentrasi tersebut jauh di atas pedoman kualitas udara WHO.

Tingginya konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan ketika terhirup, terutama saat masyarakat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga:

Harga Cabai dan Daging Picu Inflasi, Sekda Zulhifni Pimpin Rakor Pengendalian Harga dan Program Gizi Gratis

Pada saat pemantauan, suhu udara tercatat sekitar 36 derajat Celsius dengan kelembapan relatif 53 persen. Sementara itu, kecepatan angin berada di kisaran 7 kilometer per jam.

Kondisi angin yang relatif lemah dapat membuat asap dan partikel polutan bertahan lebih lama di sekitar permukaan sehingga kualitas udara menjadi semakin buruk.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Dalam kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan langsung terhadap polutan.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan respirator seperti N95, KN95, atau KF94 yang terpasang rapat di wajah. Masker tersebut memiliki kemampuan filtrasi partikel yang lebih baik dibandingkan masker kain biasa.

Baca Juga:

Pemkot Jambi Gandeng Lima Perguruan Tinggi Perkuat Transformasi Digital

Aktivitas fisik di luar ruangan, terutama olahraga, juga sebaiknya dikurangi atau ditunda ketika kualitas udara berada pada tingkat yang buruk.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat lebih mudah terdampak polusi udara.

Untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah, pintu dan jendela dapat ditutup ketika asap sedang pekat. Jika tersedia, penggunaan air purifier dengan filter HEPA dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel halus di dalam ruangan.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI