Masyarakat juga dianjurkan menghindari aktivitas yang menghasilkan asap tambahan di dalam rumah, seperti merokok atau membakar sesuatu.
Waspadai Gejala Gangguan Pernapasan
Paparan asap karhutla dan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Keluhan yang muncul antara lain batuk, tenggorokan terasa gatal, hidung tersumbat, atau sesak napas.
Masyarakat yang mengalami keluhan ringan dianjurkan beristirahat cukup dan menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi.
Namun, jika muncul gejala berat seperti sesak napas hebat, napas berbunyi atau mengi, nyeri dada, demam tinggi yang tidak membaik, bibir atau ujung jari tampak kebiruan, maupun batuk berdarah, masyarakat disarankan segera mendapatkan pemeriksaan medis di fasilitas kesehatan.
Tingginya polusi udara di Kota Jambi kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat selama periode kabut asap. Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, masyarakat perlu terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di wilayah Jambi.