Di antaranya melalui pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, pertukaran budaya serta penguatan jejaring antarkota Indonesia dan Tiongkok.
Maulana juga mengungkapkan besarnya kontribusi wisatawan asal Tiongkok terhadap kunjungan wisatawan ke Kota Jambi.
“Faktanya turis terbanyak datang ke Kota Jambi 34 persen dari China. Ini wujud dari eratnya hubungan kita sejak masa lalu, people to people,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jambi terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama internasional yang mampu memperkuat pembangunan daerah dan memperluas kesempatan masyarakat untuk terhubung dengan dunia global.
Kerja sama antarkota, kata Maulana, diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan program yang terukur dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama antarkota, kita ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kolaborasi konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah kepala daerah dan delegasi dari Indonesia maupun Tiongkok turut memaparkan gagasan serta peluang kerja sama di berbagai sektor.
Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah sekaligus menghasilkan kolaborasi yang saling menguntungkan dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.
Bagi Pemkot Jambi, diplomasi antarkota menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan daerah ke dunia internasional sekaligus membuka peluang baru di sektor investasi, pariwisata, perdagangan, pendidikan, pertukaran pengetahuan dan inovasi.
Jejaring kerja sama tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi daerah dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Lebih jauh, Pemerintah Kota Jambi berharap hubungan antarkota Indonesia-Tiongkok dapat memperkuat kesadaran terhadap warisan sejarah bersama, mempererat hubungan antarmasyarakat serta melahirkan berbagai inisiatif konkret di tingkat kota.
Melalui langkah tersebut, Kota Jambi ingin menempatkan diplomasi daerah bukan sekadar sebagai ajang promosi, tetapi sebagai instrumen pembangunan untuk menciptakan kota yang semakin maju, inklusif, harmonis dan berdaya saing di tingkat global.