Metronews

Di Forum Indonesia-Tiongkok 2026, Maulana Kenalkan Jambi sebagai Gerbang Global Harmoni Budaya

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 11 Agu 2026 19:57 WIB

Reporter : vo

Editor : vo

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama para delegasi Indonesia dan Tiongkok usai mengikuti Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 di Yogyakarta, Selasa (11/8/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Jambi terus memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional. Langkah tersebut ditunjukkan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 di Bima Room, Yogyakarta City Hall, Selasa (11/8/2026).

Forum yang mempertemukan pemerintah daerah Indonesia dan Tiongkok tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) dan Chinese People's Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), dengan Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Dialog tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat hubungan antarpemerintah daerah kedua negara. Selain bertukar pengalaman, forum diarahkan untuk mendorong lahirnya kerja sama konkret di bidang ekonomi, kebudayaan, pariwisata, pendidikan hingga tata kelola perkotaan.

Bagi Kota Jambi, keikutsertaan dalam forum internasional itu menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter, potensi dan keunggulan daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Maulana mengangkat tema “Jambi City: A Global Gateway for Cultural Harmony” atau “Kota Jambi: Gerbang Global bagi Harmoni Budaya.”

Maulana memperkenalkan Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa yang terus berkembang dengan kekuatan pada keberagaman budaya, sejarah, pendidikan, pariwisata dan potensi ekonomi.

Menurutnya, keberagaman masyarakat Kota Jambi merupakan modal sosial penting dalam membangun kota yang terbuka terhadap kerja sama global.

“Kota Jambi tumbuh dari keberagaman. Harmoni masyarakat dengan kekayaan adat dan budaya menjadi kekuatan kita dalam membangun kota yang terbuka dan mampu berjejaring dengan dunia internasional,” ujarnya.

Selain sektor perdagangan dan jasa, Kota Jambi juga memiliki potensi besar di bidang pariwisata sejarah dan budaya. Salah satu yang diperkenalkan adalah kawasan Kota Seberang serta Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi.

Maulana menilai, keberadaan KCBN Muaro Jambi memiliki nilai strategis dalam membangun kerja sama Indonesia-Tiongkok karena kawasan tersebut menjadi bagian dari jejak panjang hubungan peradaban di Asia.

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah yang panjang. Muaro Jambi menjadi salah satu bukti bahwa sejak masa lampau telah terjalin hubungan peradaban, pendidikan, budaya dan perdagangan yang melintasi batas wilayah,” kata Maulana.

Menurutnya, warisan sejarah tersebut tidak cukup hanya dijaga dan dilestarikan. Potensi itu juga dapat dikembangkan sebagai pintu masuk untuk membangun kerja sama baru dengan berbagai pihak.

Sumber :

1 2

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER