JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan pembangunan Kolam Retensi Paal V kini memasuki tahap akhir. Proyek pengendali banjir tersebut ditargetkan selesai pada 20 September 2026 dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi genangan di sejumlah wilayah yang selama ini rawan banjir.
Kolam retensi dengan luas sekitar 8,9 hektare itu merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, pemerintah pusat, serta dukungan dari Komisi V DPR RI. Menurut Maulana, proses pembangunan sempat menghadapi kendala, terutama pada tahap pembebasan lahan yang memakan waktu hampir dua tahun.

“Ini seperti mimpi yang akhirnya bisa diwujudkan. Berkat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan dukungan DPR RI, pembangunan kolam retensi ini dapat berjalan," ujar Maulana saat meninjau lokasi bersama Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto, Senin (3/8/2026).
Selain menyelesaikan pembangunan fisik, Pemkot Jambi juga telah menyiapkan penataan kawasan agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Berbagai fasilitas akan dibangun, seperti jalur jogging, lampu penerangan, penataan jembatan, serta sarana pendukung lainnya sehingga kawasan kolam retensi dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik yang nyaman.
Tak hanya berfungsi sebagai penampung limpasan air ketika hujan deras, kawasan Kolam Retensi Paal V juga direncanakan menjadi destinasi ruang publik baru. Bahkan, pemerintah membuka peluang pengembangan budidaya sekitar 300 ribu ekor ikan sehingga kawasan tersebut memiliki nilai ekologis, sosial, sekaligus ekonomi.
Maulana meyakini keberadaan kolam retensi ini akan membantu mengurangi potensi banjir di sejumlah wilayah, seperti Widuri, Kenali Asam Bawah, dan kawasan lain yang selama ini sering terdampak genangan.
"Kolam retensi ini bukan hanya menjadi solusi pengendalian banjir, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto, menyampaikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai target. Ia mengatakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) berkomitmen menuntaskan seluruh pekerjaan fisik pada 20 September 2026.
"Alhamdulillah, progres pembangunan sudah sangat baik. Kepala Balai juga memastikan pekerjaan kolam retensi ini akan selesai pada 20 September 2026," ujar Edi.
Ia menambahkan, apabila seluruh program pengendalian banjir di Kota Jambi dapat direalisasikan sesuai rencana, keberadaan kolam retensi tersebut diperkirakan mampu menekan genangan hingga sekitar 60 persen, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Asam.
Pemerintah Kota Jambi pun berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut, terutama dalam penyelesaian pembebasan lahan di sejumlah titik yang masih menjadi bagian dari program pengendalian banjir terpadu di Kota Jambi.