Jambidalamberita.id, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur semakin serius menjadikan kelapa dalam sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Dillah Hikmah Sari saat membawa agenda besar hilirisasi kelapa ke Kementerian PPN/Bappenas.
Dalam pertemuan dengan Direktur Pembangunan Indonesia Barat Bappenas, Dr. Jayadi, Dillah memaparkan potensi strategis Tanjabtim sebagai salah satu sentra kelapa dalam nasional yang dinilai siap dikembangkan hingga ke sektor industri pengolahan.
Ia menegaskan, penguatan ekonomi daerah tidak cukup hanya di sektor hulu. Menurutnya, nilai tambah harus diciptakan melalui industri hilir agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani dan masyarakat lokal.
Sebagai bentuk kesiapan, Tanjabtim saat ini telah memperoleh program peremajaan (replanting) kelapa dalam seluas 5.000 hektare. Program ini ditujukan untuk mengganti tanaman tua yang produktivitasnya menurun, sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku industri di masa mendatang.
Beragam produk turunan kelapa pun telah diproyeksikan untuk dikembangkan, mulai dari santan, nata de coco, minyak kelapa, tepung kelapa, hingga arang tempurung, sabut, dan pemanfaatan batang kelapa sebagai bahan kayu alternatif.
Dillah menyebutkan, peluang pasar untuk produk-produk tersebut sangat terbuka, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor.
Menariknya, ia menekankan bahwa hilirisasi tidak selalu identik dengan pembangunan pabrik berskala besar. Banyak produk olahan kelapa yang justru bisa tumbuh melalui industri kecil dan menengah, sehingga sejalan dengan penguatan UMKM lokal.
“Hilirisasi ini sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional. Karena itu kami berharap dukungan Bappenas, baik dari sisi perencanaan maupun kebijakan, agar program ini berjalan optimal,” ujar Dillah.
Sebelumnya, Pemkab Tanjabtim juga telah memperkuat sektor hulu melalui Program 1.000 Kilometer Tanggul Perkebunan. Pada tahun pertama kepemimpinan Dillah Hikmah Sari–Muslimin Tanja, realisasi pembangunan tanggul bahkan melampaui target, mencapai 357,21 kilometer dari target awal 200 kilometer per tahun.
Selain itu, Tanjabtim telah memiliki varietas unggul kelapa dalam bersertifikat, Varietas Zabak, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani secara berkelanjutan.
Untuk menarik minat investor, Dillah memastikan pemerintah daerah siap memberikan kemudahan perizinan dan dukungan kebijakan. Sementara soal pasokan bahan baku, Pemkab memilih menggunakan mekanisme pasar dengan membuka peluang kemitraan antara investor, petani, dan koperasi.
“Kami punya Koperasi Merah Putih yang bisa menjadi mitra. Prinsipnya saling menguntungkan dan tetap sesuai aturan,” tutupnya. (*)