Jambidalamberita.id, JAMBI - Memasuki awal tahun 2026, KPU Kota Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran demokrasi melalui kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih.
Melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, KPU Kota Jambi melaksanakan program bertajuk “KPU Mengajar: Pemilu dan Demokrasi” yang menyasar kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut digelar pada Januari 2026 di SMPN 22 Kota Jambi, dengan peserta utama siswa kelas IX. Para pelajar ini dipilih karena dalam beberapa tahun ke depan akan masuk kategori pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Melalui program ini, KPU Kota Jambi ingin menanamkan pemahaman dasar tentang pemilu, demokrasi, serta pentingnya hak suara sejak usia sekolah.
Kedatangan rombongan KPU Kota Jambi disambut langsung oleh Kepala SMPN 22 Kota Jambi, Fitri Mahari. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran KPU yang telah memberikan edukasi demokrasi kepada para siswa. Ia berharap, materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, sekaligus membentuk karakter pelajar yang demokratis dan kritis.
Menurut Fitri Mahari, pengenalan pemilu dan demokrasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk menekan angka golput dan meminimalisasi praktik politik uang di masa depan. Ia juga mendorong para siswa agar kelak mampu menelusuri rekam jejak calon yang akan dipilih pada Pemilu 2029. Lebih jauh, ia membuka wawasan siswa bahwa cita-cita tidak hanya terbatas pada profesi umum seperti guru, dokter, polisi, atau presiden, tetapi juga bisa menjadi penyelenggara pemilu sebagai bagian dari pahlawan demokrasi.Pada sesi pemaparan materi dan diskusi, Kepala Divisi Sosdiklih Parmas KPU Kota Jambi, Tuti Rosmalina, menjelaskan secara rinci tugas dan fungsi KPU, serta peran strategis pemilih pemula dalam menentukan arah demokrasi. Ia menegaskan bahwa para siswa kelas IX saat ini akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali pada Pemilu 2029, sehingga pemahaman sejak dini menjadi sangat penting.
Tuti Rosmalina juga menyampaikan bahwa meskipun tahun 2026 belum memasuki tahapan pemilu, KPU tetap menjadikan pendidikan pemilih sebagai skala prioritas nasional. Oleh karena itu, program “KPU Mengajar: Pemilu dan Demokrasi” ditetapkan sebagai salah satu program unggulan KPU Kota Jambi yang akan terus berlanjut.
Ke depan, kegiatan KPU Mengajar tidak hanya menyasar SMP dan MTs sederajat, tetapi juga SMA dan MA. Selain itu, KPU Kota Jambi juga akan melaksanakan pendidikan pemilih bagi kelompok marginal dan penyandang disabilitas dengan menggandeng berbagai organisasi dan menghadirkan metode sosialisasi yang inovatif.
Tuti menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Justru dengan kolaborasi dan optimalisasi sumber daya yang ada, KPU akan terus turun ke akar rumput masyarakat, mulai dari lingkungan rukun tetangga hingga kelompok-kelompok sosial. Semakin luas informasi kepemiluan yang disebarkan, semakin tinggi pula kesadaran masyarakat akan arti penting demokrasi dan nilai setiap suara pemilih di TPS pada Pemilu 2029 mendatang.