Jambidalamberita.id, JAMBI – Ketergantungan anak usia dini terhadap gawai menjadi sorotan serius Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG. Ia mengimbau para orang tua agar membatasi penggunaan gadget pada anak karena berpotensi mengganggu kesehatan mata, perkembangan otak, serta kemampuan bersosialisasi.
Pesan tersebut disampaikan Nadiyah saat membuka Lomba Egrang Batok PAUD se-Kota Jambi Tahun 2026 di kawasan wisata Kampoeng Radja.
“Gadget boleh digunakan, tetapi harus ada batasan. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Jika berlebihan, dampaknya bisa serius, mulai dari kesehatan mata hingga perkembangan otak dan interaksi sosial anak,” ujarnya.
Menurut Nadiyah, penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat menurunkan aktivitas fisik anak, memicu kecanduan, serta menghambat perkembangan motorik dan emosional yang sangat penting pada usia emas pertumbuhan.
Sebagai solusi, ia mendorong orang tua dan pendidik untuk kembali mengenalkan permainan tradisional sebagai sarana belajar yang menyenangkan dan edukatif. Salah satunya melalui lomba egrang batok yang diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.
“Permainan tradisional melatih keseimbangan, keberanian, koordinasi, dan rasa percaya diri anak. Selain itu, anak belajar bersabar, mengikuti aturan, dan berinteraksi dengan teman sebaya,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan PAUD dari Kecamatan Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar. Anak-anak tampak antusias mengikuti perlombaan yang memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi dengan pendampingan guru dan orang tua.
Nadiyah juga mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan lomba sebagai ajang ambisi pribadi. Menurutnya, kebahagiaan dan pengalaman positif anak harus menjadi tujuan utama.
“Jangan sampai orang tua lebih berambisi daripada anaknya. Yang terpenting adalah anak senang, berani mencoba, dan mendapatkan pengalaman yang membentuk karakter positif,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa permainan tradisional mampu menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus menanamkan nilai budaya lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Nadiyah juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus memperkuat pendidikan anak usia dini. Saat ini, Kota Jambi telah memiliki lima PAUD negeri dari total sebelas kecamatan, dan akan terus mendorong pendirian PAUD negeri di kecamatan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan konsep pembelajaran PAUD yang menekankan belajar melalui bermain.