Jambidalamberita.id, Kota Jambi – Upaya menanamkan semangat berbagi sejak dini kini digagas lebih serius. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi mengusulkan agar kegiatan manasik zakat dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah.
Usulan tersebut disampaikan Kepala Baznas Kota Jambi, Muhammad Padli, usai kegiatan Implementasi Manasik Zakat pada satuan PAUD se-Kota Jambi, Rabu (4/3). Menurutnya, literasi zakat perlu ditanamkan secara sistematis melalui pendidikan formal agar nilai kepedulian sosial tumbuh sejak usia dini.
“Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan dan terintegrasi dalam sistem pendidikan melalui muatan lokal. Dengan dukungan semua pihak, literasi zakat bisa membentuk generasi yang jujur, amanah, dan peduli,” ujarnya.
Konsep manasik zakat yang diperkenalkan mengadopsi metode manasik haji, namun difokuskan pada pemahaman fungsi dan manfaat zakat dalam kehidupan sosial. Anak-anak dikenalkan praktik berbagi melalui simulasi sederhana yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif.
Padli menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana pembelajaran karakter. Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak diajak memahami bahwa berbagi bukan sekadar pilihan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral.
Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan karakter religius di Kota Jambi. Baznas berharap generasi muda tumbuh dengan integritas dan kepedulian sosial tinggi.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jambi, Nadiyah, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai pengenalan konsep zakat sejak dini penting agar anak memahami bahwa zakat merupakan kewajiban bagi individu yang mampu.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan Kota Jambi, jajaran kecamatan dan kelurahan di Jambi Selatan, serta para Bunda PAUD. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah awal menghadirkan pendidikan zakat sebagai bagian dari pembelajaran resmi di sekolah. (*)