Jambidalamberita.id, Jambi – Pemerintah Kota Jambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi
banjir kiriman dari hulu Sungai Batanghari, yang hampir rutin terjadi setiap musim hujan.
Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah berada dalam status siaga dan terus melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menekan risiko dampak
banjir apabila debit Sungai Batanghari mengalami kenaikan.
Sejumlah wilayah yang berada di sepanjang bantaran sungai masuk dalam kategori rawan terdampak. Empat kecamatan yang menjadi fokus pemantauan yakni Danau Teluk, Pelayangan, Jambi Timur, dan Telanaipura.
“Berdasarkan koordinasi terakhir dengan para camat di wilayah rawan, kondisi masih relatif aman. Kenaikan debit air belum sampai mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Doni.
BPBD juga menaruh perhatian pada potensi hujan lokal yang dapat memperparah kondisi apabila terjadi bersamaan dengan naiknya debit sungai. Warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai diimbau tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai respons terhadap peringatan dini dari BMKG Jambi.
Dalam peringatan tersebut, wilayah Kota Jambi diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
Sementara itu, warga Tanjung Pasir, Kecamatan Danau Teluk, bernama Qodri mengungkapkan bahwa beberapa kawasan seperti Ulu Gedong, Olak Kemang, dan Tanjung Pasir mulai tergenang air. Meski demikian, ketinggian
banjir masih tergolong rendah, berkisar dari mata kaki hingga lutut orang dewasa.
“
Banjir seperti ini sudah biasa terjadi setiap tahun. Warga juga sudah menyiapkan perahu di rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi,” katanya. (*)