Jambidalamberita.id, JAMBI – Inovasi pertanian di tengah perkotaan kembali mencuri perhatian. Kelompok Tani Kasturi di Kota Jambi berhasil menyulap lahan tidur yang sebelumnya tak dimanfaatkan menjadi area persawahan produktif dengan sistem tanam padi ladang atau gogo.
Keberhasilan ini semakin menarik dalam rangkaian kegiatan tanam serentak tahun 2026 yang digagas Pemerintah Kota Jambi. Tak tanggung-tanggung, sekitar 500 anggota Pramuka turut dilibatkan langsung dalam proses penanaman. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai tenaga bantuan, tetapi juga menjadi sarana edukasi pertanian bagi generasi muda.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengapresiasi langkah Kelompok Tani Kasturi yang dinilai unik. Pasalnya, para anggotanya berasal dari berbagai latar belakang masyarakat, bukan petani profesional. Namun, semangat dan kepedulian mereka mampu menghidupkan kembali lahan nonproduktif menjadi sumber pangan baru di kawasan kota.
Ia menilai, inisiatif ini memiliki dampak ganda. Selain meningkatkan produksi pangan lokal, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi agrowisata berbasis edukasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga nilai pembelajaran.
Keterlibatan Pramuka dalam program ini turut menjadi perhatian. Selain mengenal teknik bercocok tanam, para peserta juga dibekali nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, serta pemanfaatan waktu untuk kegiatan yang produktif di luar ruangan.
Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah. Upaya yang dilakukan mencakup pengawasan harga bahan pokok, inspeksi pasar, hingga pelaksanaan pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, berbagai inovasi pertanian terus dikembangkan. Salah satunya melalui penerapan sistem Salibu yang memungkinkan petani melakukan panen lebih dari satu kali dalam satu musim tanam. Pengembangan padi gogo di lahan seluas sekitar 9 hektare juga menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Dengan target Luas Tambah Tanam mencapai 529 hektare pada tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi optimistis langkah ini mampu memberikan dampak signifikan. Tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga menstabilkan harga serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)