Metronews

Pemkot Jambi Dorong Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Lahan Nonproduktif

0

0

jambidalamberita |

Sabtu, 11 Apr 2026 12:04 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Wira

Wali Kota Jambi Maulana bersama Kelompok Tani Kasturi usai tanam padi gogo di lahan tidur. - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, JAMBI – Inovasi pertanian di tengah perkotaan kembali mencuri perhatian. Kelompok Tani Kasturi di Kota Jambi berhasil menyulap lahan tidur yang sebelumnya tak dimanfaatkan menjadi area persawahan produktif dengan sistem tanam padi ladang atau gogo.

Keberhasilan ini semakin menarik dalam rangkaian kegiatan tanam serentak tahun 2026 yang digagas Pemerintah Kota Jambi. Tak tanggung-tanggung, sekitar 500 anggota Pramuka turut dilibatkan langsung dalam proses penanaman. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai tenaga bantuan, tetapi juga menjadi sarana edukasi pertanian bagi generasi muda.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengapresiasi langkah Kelompok Tani Kasturi yang dinilai unik. Pasalnya, para anggotanya berasal dari berbagai latar belakang masyarakat, bukan petani profesional. Namun, semangat dan kepedulian mereka mampu menghidupkan kembali lahan nonproduktif menjadi sumber pangan baru di kawasan kota.

Ia menilai, inisiatif ini memiliki dampak ganda. Selain meningkatkan produksi pangan lokal, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi agrowisata berbasis edukasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga nilai pembelajaran.

Baca Juga:

Logo Resmi HUT ke-80 Pemkot dan 625 Tahun Jambi Diluncurkan, Simbol Semangat Kota Masa Depan

Keterlibatan Pramuka dalam program ini turut menjadi perhatian. Selain mengenal teknik bercocok tanam, para peserta juga dibekali nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, serta pemanfaatan waktu untuk kegiatan yang produktif di luar ruangan.

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah. Upaya yang dilakukan mencakup pengawasan harga bahan pokok, inspeksi pasar, hingga pelaksanaan pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Di sisi lain, berbagai inovasi pertanian terus dikembangkan. Salah satunya melalui penerapan sistem Salibu yang memungkinkan petani melakukan panen lebih dari satu kali dalam satu musim tanam. Pengembangan padi gogo di lahan seluas sekitar 9 hektare juga menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Dengan target Luas Tambah Tanam mencapai 529 hektare pada tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi optimistis langkah ini mampu memberikan dampak signifikan. Tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga menstabilkan harga serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER