Pemerintah tidak membenarkan permainan yang mengandung unsur perjudian ataupun aktivitas lain yang melanggar aturan.
Pemkot juga menyatakan akan melakukan pengawasan dan mengambil tindakan apabila ditemukan kegiatan yang terbukti mengarah pada praktik perjudian.
“Seluruh aktivitas pendukung MTQH harus tetap berada dalam koridor aturan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan aman, nyaman, dan tetap dalam suasana religius,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pengawasan sebagai hal penting dalam penyelenggaraan kegiatan pendukung MTQH. Sebab, kemeriahan hiburan dan perputaran ekonomi harus tetap berjalan tanpa mengabaikan ketentuan hukum serta nilai-nilai keagamaan.
Lebih jauh, Pemkot Jambi berharap MTQH ke-55 tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an dan Hadits, tetapi juga momentum memperkuat kehidupan religius masyarakat.
Saleh mengatakan nilai-nilai MTQH harus tercermin melalui peningkatan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits, pembentukan generasi muda berakhlak mulia, serta penguatan ukhuwah Islamiyah.
Di sisi lain, penyelenggaraan MTQH tingkat provinsi juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat, menggerakkan sektor perdagangan, memperluas peluang usaha UMKM, dan memperkenalkan Kota Jambi kepada masyarakat dari luar daerah.
Pemkot Jambi turut mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian MTQH berlangsung.
Saleh juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah termakan hoaks atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika ada hal yang perlu diklarifikasi, silakan disampaikan melalui saluran resmi pemerintah agar dapat ditindaklanjuti secara tepat,” pungkasnya.
Dengan demikian, penyelenggaraan MTQH ke-55 di Kota Jambi tidak hanya menghadirkan semarak syiar Islam, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat.
Tantangannya adalah memastikan seluruh kegiatan pendukung berjalan sesuai aturan, sehingga hiburan dan geliat ekonomi tidak menggeser tujuan utama penyelenggaraan MTQH.