JAMBIDALAMBERITA.ID, Jambi – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., memimpin langsung kegiatan Safari Subuh Pemerintah Provinsi Jambi di Masjid Riyadul Jannah, Kelurahan Sijinjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Turut hadir Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Setda Provinsi Jambi, Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Baznas Provinsi Jambi, Direktur Utama Bank Jambi, MUI dan organisasi islam lainnya.
Ketua Masjid Riyadul Jannah, Yusuf, mengaku terkejut sekaligus bahagia ketika menerima informasi dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jambi bahwa masjid yang dipimpinnya akan menjadi lokasi Safari Subuh gubernur.
"Saya sempat terkejut, Pak Gubernur mau Safari Subuh di masjid kami. Ini sangat kami syukuri dan kami sangat bahagia atas kehadiran Pak Gubernur," ujar Yusuf.
Dalam kesempatan itu, Yusuf juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun dalam penyambutan dari pengurus masjid dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Gubernur Al Haris mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat melaksanakan Safari Subuh sekaligus bersilaturahmi langsung dengan masyarakat Kelurahan Sijinjang.
"Alhamdulillah, Subuh ini kami dari Pemerintah Provinsi Jambi bisa bersilaturahmi dengan sanak keluarga di Masjid Riyadul Jannah Sijinjang. Ini menjadi sarana bagi kami untuk berdialog langsung dengan masyarakat," kata Al Haris.
Dalam sambutannya, Al Haris mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Menurutnya, derasnya arus informasi saat ini membuat masyarakat harus lebih cermat dalam memilah berita. Informasi yang terlihat meyakinkan belum tentu benar, sehingga perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya atau dibagikan kepada orang lain.
"Saat ini banyak sekali berita hoaks yang terlihat seperti benar. Untuk itu, kita harus bijak dalam merespon informasi di media sosial. Kalau kita tidak pandai memilah informasi, ini bisa berbahaya Bapak dan Ibu," jelasnya.