JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – Kondisi kualitas udara di Kota Jambi kembali menjadi perhatian serius. Pemantauan kualitas udara pada Minggu (27/9/2026) pagi menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 berada pada level tinggi.
Berdasarkan data pemantauan BMKG sekitar pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 220.6 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menunjukkan tingkat paparan partikel halus yang sangat tinggi dan perlu diwaspadai masyarakat.
Pada waktu yang sama, Air Quality Index (AQI) berada di angka 240, yang masuk kategori Sangat Tidak Sehat dalam skala AQI tersebut.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan polusi udara dalam kondisi seperti ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.
Kelompok yang lebih rentan antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau kardiovaskular.
Paparan dalam jangka pendek dapat menyebabkan sejumlah keluhan, seperti iritasi mata, batuk, sesak napas, dan memperburuk gejala asma. Sementara paparan dalam jangka panjang terhadap polusi partikulat berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan paru-paru dan penyakit kardiovaskular.
Kondisi Cuaca BerpengaruhKondisi atmosfer juga dapat memengaruhi penyebaran polutan. Saat pemantauan dilakukan, suhu udara berada di sekitar 27 derajat Celsius, dengan kelembapan sekitar 71 persen.
Sementara itu, kecepatan angin tercatat sekitar 7 kilometer per jam. Pergerakan udara yang relatif lambat dapat membuat polutan lebih mudah bertahan dan terakumulasi di suatu wilayah, meskipun kondisi kualitas udara juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk sumber emisi dan kondisi atmosfer.
Dalam beberapa hari terakhir, persoalan kualitas udara di Jambi juga menjadi perhatian seiring masih berlangsungnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Dengan tingginya konsentrasi PM2.5, masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar ruangan.