Pendidikan

Polda Jambi Libatkan Guru dan Dinas Pendidikan Cegah Kenakalan Remaja dan Geng Motor

0

0

jambidalamberita |

Kamis, 17 Sep 2026 14:55 WIB

Reporter : yudi

Editor : yudi

Polda Jambi menggelar FGD bersama guru BP/BK dan Dinas Pendidikan untuk memperkuat pencegahan kenakalan remaja dan aksi geng motor yang melibatkan pelajar di Provinsi Jambi.

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID ,JAMBI – Maraknya aksi kelompok motor yang melibatkan pelajar di Provinsi Jambi menjadi perhatian serius Polda Jambi. Hingga Agustus 2026, kepolisian mencatat sedikitnya tujuh kasus terkait kelompok motor, dengan dua orang meninggal dunia.

Data tersebut disampaikan Direktur Intelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Peran Guru BP dan Dinas Pendidikan dalam Rangka Edukasi Kenakalan Remaja Geng Motor di Provinsi Jambi”, yang digelar di Hotel Ratu Duo Jambi, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Yuli, catatan tersebut menunjukkan persoalan kelompok motor dan kenakalan remaja perlu ditangani sejak dini, sebelum berkembang menjadi kekerasan maupun tindak pidana.

“Kenakalan remaja, khususnya maraknya aksi kelompok motor atau geng motor yang melibatkan anak-anak usia sekolah di Provinsi Jambi belakangan ini telah menyita perhatian publik,” ujar Yuli.

Baca Juga:

Mantan Kadisdik Jambi Varial Adhi Putra Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi DAK SMK

Ia menilai pendekatan penegakan hukum saja tidak cukup. Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan pelajar, terutama keluarga dan sekolah.

Yuli menempatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) atau guru BP sebagai salah satu pihak penting dalam mendeteksi potensi persoalan sejak awal.

Sekolah, kata dia, bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan belajar, tetapi juga lingkungan tempat perubahan perilaku siswa dapat diamati secara langsung.

“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Guru Bimbingan dan Konseling atau BP/BK bersama Dinas Pendidikan merupakan benteng utama dalam mendeteksi secara dini perubahan perilaku siswa,” tegasnya.

Perubahan pola pergaulan, menurunnya kedisiplinan hingga persoalan sosial yang dialami siswa dinilai perlu mendapat perhatian sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Jangan sampai anak baru mendapatkan perhatian setelah persoalannya berkembang menjadi tindak pidana,” kata Yuli.

Sekolah Diminta Perkuat Pencegahan

Baca Juga:

Jejak Pengabdian Berbuah Penghargaan, Ka LPKA Muara Bulian dan 20 Petugas Terima Lencana Pancawarsa

Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Ilham Khalik mengatakan persoalan kenakalan remaja perlu dijawab melalui pendekatan edukatif dan preventif.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER