Metronews

Al Haris Warning Penanganan Karhutla Jambi: Jangan Tinggalkan Lokasi Sebelum Api Benar-Benar Padam

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 01 Sep 2026 08:41 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Kurniawan

Gubernur Jambi Al Haris memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Provinsi Jambi 2026 bersama jajaran Forkopimda dan unsur terkait di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (31/8/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Sarolangun: 473,64 hektare

Batang Hari: 374,50 hektare

Muaro Jambi: 325 hektare

Tanjung Jabung Barat: 292,30 hektare

Sementara itu, pemantauan satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20 dengan tingkat confidence di atas 50 persen mencatat 5.102 hotspot di Provinsi Jambi.

Hotspot mengalami peningkatan tajam pada Agustus 2026 yang mencapai 3.156 titik.

Baca Juga:

Kadis PUTR Muzakir: VIP Room Bandara Muara Bungo Ditargetkan Beroperasi Awal 2027

Hingga 29 Agustus 2026 juga tercatat 531 kejadian karhutla di Provinsi Jambi. Untuk memperkuat penanganan, sebanyak 81 pos telah dibentuk dengan dukungan sekitar 5.100 personel lintas sektor.

Operasi penanganan karhutla direncanakan berlangsung selama 90 hari pada periode Juli hingga September 2026.

Al Haris Ingatkan Api Gambut Bisa Kembali Menyala

Al Haris mengingatkan penanganan karhutla di lahan gambut tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Api yang terlihat sudah padam belum tentu bara di dalam tanah benar-benar hilang.

“Karakter gambut ini tidak bisa kita anggap sederhana. Ketika sudah dilakukan pendinginan, jangan langsung meninggalkan lokasi sebelum dipastikan semuanya benar-benar padam dan clear,” katanya.

Baca Juga:

Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Buat Bungo

Ia bahkan mencontohkan adanya titik api yang kembali muncul sekitar 20 menit setelah tim meninggalkan lokasi.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER