Sarolangun: 473,64 hektare
Batang Hari: 374,50 hektare
Muaro Jambi: 325 hektare
Tanjung Jabung Barat: 292,30 hektare
Sementara itu, pemantauan satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20 dengan tingkat confidence di atas 50 persen mencatat 5.102 hotspot di Provinsi Jambi.
Hotspot mengalami peningkatan tajam pada Agustus 2026 yang mencapai 3.156 titik.
Hingga 29 Agustus 2026 juga tercatat 531 kejadian karhutla di Provinsi Jambi. Untuk memperkuat penanganan, sebanyak 81 pos telah dibentuk dengan dukungan sekitar 5.100 personel lintas sektor.
Operasi penanganan karhutla direncanakan berlangsung selama 90 hari pada periode Juli hingga September 2026.
Al Haris Ingatkan Api Gambut Bisa Kembali Menyala
Al Haris mengingatkan penanganan karhutla di lahan gambut tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Api yang terlihat sudah padam belum tentu bara di dalam tanah benar-benar hilang.
“Karakter gambut ini tidak bisa kita anggap sederhana. Ketika sudah dilakukan pendinginan, jangan langsung meninggalkan lokasi sebelum dipastikan semuanya benar-benar padam dan clear,” katanya.
Ia bahkan mencontohkan adanya titik api yang kembali muncul sekitar 20 menit setelah tim meninggalkan lokasi.