JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan melibatkan seluruh unsur. Tidak boleh ada keraguan dalam mengambil tindakan di lapangan.
Penegasan itu disampaikan Al Haris saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Provinsi Jambi Tahun 2026 di Auditorium Paduko Berhalo Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (31/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Kajati Jambi H. Sugeng Hariadi, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz, Sekda Provinsi Jambi Sudirman, para kepala daerah, jajaran TNI-Polri, BPBD, Basarnas, BMKG, Manggala Agni, dunia usaha serta unsur terkait lainnya.
Al Haris mengatakan, Pemprov Jambi telah menetapkan status siaga bencana sejak Mei 2026. Kondisi kemarau yang cukup ekstrem membuat kewaspadaan terhadap karhutla harus terus ditingkatkan.
“Sejak Mei 2026 kita sudah menetapkan Jambi sebagai siaga bencana. Apa yang diprediksi BMKG terkait El Nino ternyata benar, kemarau kita luar biasa dan dampaknya juga luar biasa,” ujar Al Haris.
Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Bahkan, sejumlah daerah telah menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat kondisi udara yang tidak sehat.
Al Haris meminta kepala daerah tidak ragu mengambil langkah sesuai kondisi di wilayah masing-masing.
“Bupati dan wali kota tidak usah ragu-ragu bertindak di lapangan. Kalau diperlukan penguatan komando, bisa diserahkan kepada unsur TNI, seperti Dandim,” tegasnya.
Karhutla Jambi Capai 1.776 Hektare
Dalam rapat tersebut, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin memaparkan kondisi terkini karhutla di Provinsi Jambi.
Berdasarkan data 1 Januari hingga 29 Agustus 2026, luas karhutla di Jambi mencapai 1.776,56 hektare.
Luas terbesar tercatat di: