Metronews

Ikan Keramba Mati Puluhan Ton, DPRD Jambi Dorong Penyelamatan Megasistem DAS Batanghari

0

0

jambidalamberita |

Senin, 10 Agu 2026 18:25 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Yudi

Ivan Wirata meninjau keramba warga yang terdampak kematian ikan massal di Sungai Batanghari, Senin (0/08/2026) - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID, MUARO JAMBI – Puluhan ton ikan milik petani keramba di lima desa wilayah Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, dilaporkan mati. Kematian ikan tersebut diduga berkaitan dengan pencemaran air Sungai Batanghari.

Petani keramba di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko, Musa Yusuf mengatakan, ikan yang mati merupakan bagian terbesar dari ikan yang mereka budidayakan.

“Jumlahnya banyak, paling hanya 10 persen yang hidup dari total yang kita tabur, sisanya mati,” kata Musa, Minggu.

Menurut Musa, fenomena kematian ikan semakin meningkat dalam tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan menyusutnya debit air Sungai Batanghari akibat musim kemarau.

Baca Juga:

Bapemperda DPRD Jambi Dalami Ranperda Pengelolaan Tahura, Bahas Peluang Karbon hingga Wisata Alam

Ia menduga penurunan debit air membuat kondisi perairan semakin buruk. Selain itu, Musa menduga pencemaran juga berkaitan dengan limbah beracun, termasuk merkuri, yang berasal dari aktivitas pertambangan emas di bagian hulu Sungai Batanghari.

“Kami berharap pemerintah memikirkan persoalan ini. Jangan sampai petani ikan di sepanjang aliran Sungai Batanghari ikut menjadi korban dari aktivitas pertambangan emas ilegal,” ujarnya.

Ribuan Keramba Terdampak

Musa menjelaskan, Kecamatan Jaluko merupakan salah satu sentra produksi ikan air tawar di Provinsi Jambi. Aktivitas budidaya ikan keramba tersebar di sejumlah desa, di antaranya Sungai Duren, Sarang Burung, Mendalo Laut dan Pematang Jering.

Para petani memanfaatkan aliran Sungai Batanghari untuk membudidayakan berbagai jenis ikan air tawar, terutama ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus).

Baca Juga:

Serap Aspirasi Warga, Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafis Fattah Gelar Reses di Perumnas Muara Bulian

Besarnya jumlah keramba membuat dampak kematian ikan diperkirakan mencapai puluhan ton setiap bulan.

“Untuk Kecamatan Jaluko saja mungkin ada puluhan ton ikan mati setiap bulan, karena di daerah ini ada ribuan keramba,” katanya.

Ia memberikan gambaran, dari sekitar 8.000 ekor ikan yang ditebar dalam satu petak keramba, hanya sekitar 800 hingga 900 ekor yang mampu bertahan hidup.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI