JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – DPRD Provinsi Jambi mendorong Pemerintah Provinsi Jambi segera menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di wilayah yang kualitas udaranya masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut dinilai penting sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang berisiko terpapar polusi udara dalam aktivitas pembelajaran di luar maupun dalam ruangan.
Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan merekomendasikan kepada Gubernur Jambi agar segera menyurati bupati dan wali kota di daerah yang kualitas udaranya masuk kategori tidak sehat.
“Kami sudah berkoordinasi dan merekomendasikan kepada Gubernur agar bersurat kepada bupati/wali kota yang wilayahnya tergolong tidak sehat untuk meliburkan sekolah sementara waktu, sambil memantau perkembangan situasi,” kata Hafiz, Selasa (25/8/2026).
ISPU Kota Jambi Sempat Capai 210
Hafiz mengungkapkan, berdasarkan data pemantauan pada Senin (24/8/2026), kualitas udara di Kota Jambi dan sekitarnya untuk parameter PM2.5 sempat mencapai angka 210, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Sementara itu, pemantauan melalui aplikasi ISPUnet pada Selasa (25/8/2026) pagi menunjukkan PM2.5 di Kota Jambi berada pada angka 142 atau kategori tidak sehat. Kondisi lebih buruk tercatat di Kabupaten Muaro Jambi dengan angka 187, yang juga masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Jambi karena paparan polusi udara, khususnya partikel PM2.5, dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat apabila berlangsung dalam waktu lama.
Kabut Asap Jambi Dipengaruhi Asap dari Daerah Tetangga
Prakirawan BMKG Jambi, M. Randy Herdyansyah, menjelaskan penumpukan kabut asap di wilayah Jambi tidak hanya dipengaruhi kebakaran yang terjadi di dalam daerah.
Menurutnya, asap dari provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan dan Lampung, turut terbawa angin menuju wilayah Jambi. Pergerakan angin dari arah tenggara ke selatan membuat asap menumpuk di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, asap yang berasal dari titik kebakaran lokal di Provinsi Jambi juga memperparah kualitas udara. Bahkan, sebaran asap disebut dapat bergerak ke wilayah utara hingga Pekanbaru.