Metronews

Karhutla Meluas, Ketua DPRD Jambi Minta Sekolah di Wilayah Udara Tidak Sehat Daring atau Diliburkan

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 25 Agu 2026 23:20 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Yudi

Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah mendorong pemerintah daerah meliburkan sementara sekolah di wilayah dengan kualitas udara kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla. - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – DPRD Provinsi Jambi mendorong Pemerintah Provinsi Jambi segera menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di wilayah yang kualitas udaranya masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan tersebut dinilai penting sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang berisiko terpapar polusi udara dalam aktivitas pembelajaran di luar maupun dalam ruangan.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan merekomendasikan kepada Gubernur Jambi agar segera menyurati bupati dan wali kota di daerah yang kualitas udaranya masuk kategori tidak sehat.

“Kami sudah berkoordinasi dan merekomendasikan kepada Gubernur agar bersurat kepada bupati/wali kota yang wilayahnya tergolong tidak sehat untuk meliburkan sekolah sementara waktu, sambil memantau perkembangan situasi,” kata Hafiz, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga:

Kabut Asap Makin Pekat, DPRD Kota Jambi Bahas Opsi Liburkan Sekolah

ISPU Kota Jambi Sempat Capai 210

Hafiz mengungkapkan, berdasarkan data pemantauan pada Senin (24/8/2026), kualitas udara di Kota Jambi dan sekitarnya untuk parameter PM2.5 sempat mencapai angka 210, yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Sementara itu, pemantauan melalui aplikasi ISPUnet pada Selasa (25/8/2026) pagi menunjukkan PM2.5 di Kota Jambi berada pada angka 142 atau kategori tidak sehat. Kondisi lebih buruk tercatat di Kabupaten Muaro Jambi dengan angka 187, yang juga masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Jambi karena paparan polusi udara, khususnya partikel PM2.5, dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat apabila berlangsung dalam waktu lama.

Kabut Asap Jambi Dipengaruhi Asap dari Daerah Tetangga

Prakirawan BMKG Jambi, M. Randy Herdyansyah, menjelaskan penumpukan kabut asap di wilayah Jambi tidak hanya dipengaruhi kebakaran yang terjadi di dalam daerah.

Baca Juga:

Polusi Udara Berbahaya, Pemkab Muaro Jambi Berlakukan Sekolah Daring 3 Hari

Menurutnya, asap dari provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan dan Lampung, turut terbawa angin menuju wilayah Jambi. Pergerakan angin dari arah tenggara ke selatan membuat asap menumpuk di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, asap yang berasal dari titik kebakaran lokal di Provinsi Jambi juga memperparah kualitas udara. Bahkan, sebaran asap disebut dapat bergerak ke wilayah utara hingga Pekanbaru.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


Red

0

0

Opini

Rabu, 26 Agu 2026 07:55 WIB

BERITA POPULER