Metronews

Jalan Tol Jambi–Rengat Fase I Dibangun 2027, Gubernur Al Haris Minta Persiapan Dimatangkan

0

0

jambidalamberita |

Jumat, 24 Jul 2026 18:43 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Yudi

Gubernur Jambi Al Haris memimpin rapat koordinasi persiapan pembangunan Jalan Tol Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (24/7/2026) - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi mempercepat persiapan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan Jalan Tol yang dipimpin langsung Gubernur Jambi Al Haris di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (24/7/2026).

Rapat dihadiri Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi Robert Eduard Sihotang, perwakilan Islamic Development Bank (IsDB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), pemerintah kabupaten terkait, Badan Pertanahan Nasional (BPN), perangkat daerah, serta tokoh masyarakat dari wilayah terdampak.

Dalam arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan seluruh tahapan persiapan harus dilakukan secara matang dengan berkaca pada pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang. Menurutnya, pendataan lahan dan koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama agar pembangunan dapat dimulai sesuai target pada 2027.

Baca Juga:

Kabar Gembira! Merangin Berpeluang Dapat Suntikan Dana Rp100 Miliar untuk Benahi Jalan Daerah

"Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana," ujar Al Haris.

Ia juga meminta seluruh pihak mengantisipasi berbagai potensi persoalan, termasuk klaim lahan yang tidak sesuai ketentuan. Tim pengadaan lahan diminta bekerja secara profesional, transparan, dan berpedoman pada aturan yang berlaku.

Menurut Al Haris, pembangunan jalan tol akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

Gubernur menegaskan proses pengadaan tanah harus mengedepankan prinsip keadilan. Masyarakat yang lahannya terdampak dipastikan akan memperoleh kompensasi sesuai hasil penilaian independen.

Baca Juga:

Ditjen Perhubungan Darat Tinjau Terminal Alam Barajo, Pemprov Jambi Dorong Penguatan Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan

Ia juga menginstruksikan pemerintah kabupaten yang dilintasi ruas tol segera memetakan desa terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat guna mempercepat proses pengadaan tanah. Selain itu, koordinasi lintas instansi diminta terus diperkuat agar seluruh perizinan dan administrasi dapat diselesaikan tepat waktu.

Sementara itu, Plt. Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang menjelaskan Tol Jambi–Rengat Fase I memiliki panjang sekitar 67,45 kilometer yang membentang dari Simpang Ness hingga Merlung.

Ruas tersebut akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dibangun dalam empat paket pekerjaan, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B. Salah satu paket akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari sebagai struktur utama.

Menurut Robert, proyek strategis nasional ini melintasi tiga kabupaten, yakni Muaro Jambi, Batang Hari, dan Tanjung Jabung Barat. Hingga kini, progres pengadaan lahan telah mencapai sekitar 9 persen, mencakup sembilan desa, terdiri dari enam desa di Muaro Jambi, dua desa di Batang Hari, dan satu desa di Tanjung Jabung Barat.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER