Metronews

Al Haris Buka Sosialisasi Pencegahan IRET, TCC, Narkoba dan Perundungan di Bungo

0

0

jambidalamberita |

Rabu, 05 Agu 2026 18:44 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Kurniawan

Gubernur Jambi Al Haris membuka Sosialisasi Pencegahan IRET, TCC, Perundungan, dan Bahaya Narkoba bagi pelajar di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID, Muara Bungo - Gubernur Jambi Al Haris, secara resmi membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), serta Perundungan dan Bahaya Narkoba di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Bungo.

Kegiatan yang menyasar pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah ini digelar di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Rabu (05/08/2026) pagi.

Gambar

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jambi bersama aparat keamanan dan lembaga terkait untuk membangun ketahanan generasi muda dari ancaman paham radikal, kejahatan siber, narkoba, dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menekankan bahwa jumlah pelajar di jenjang SMA, SMK, dan MA di Jambi saat ini sangat besar. Artinya, Provinsi Jambi memiliki generasi remaja yang sedang berada di persimpangan jalan, pembentukan karakter.

Baca Juga:

Hesti Haris: Budaya Harus Dijaga, Dikenalkan, dan Diwariskan

“Untuk itu penting sekali ditanamkan di hati anak-anakku sekalian bagaimana selayaknya seorang anak. Sekolah, belajar, dan bergaul dengan sesama, tetapi tidak menyalahi aturan. Tidak ada yang terlibat narkoba. Tidak ada yang ikut judi online, juga saat ini marak geng motor,” tegas Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menyoroti dua persoalan besar yang menjadi perhatian serius pemerintah. Pertama, terkait judi online. Ia menyebut pada 2024 Jambi sempat masuk dalam kategori tertinggi di Indonesia untuk kasus judi online berdasarkan data yang dikirim PPATK.

“Alhamdulillah saya minta data. Saya punya data lengkap. Saya mulai kerja. Alhamdulillah ini turun. Yang ASN kita peringatkan. Tidak berubah ya kita berhentikan. Nah ini juga anak-anak juga cukup besar,” ujar Gubernur Al Haris.

Gambar

Kedua, paparan media elektronik yang menjerat anak pada konten negatif. Gubernur Al Haris menyebut pihaknya menemukan adanya pelajar yang terpengaruh situs-situs radikal. Ia mencontohkan kasus salah seorang mahasiswa yang kuliah di luar daerah dan terlibat pembakaran polres, karena salah memahami paham-paham yang tidak baik.

Baca Juga:

Wujud Nyata Sinergi, Bupati Fadhil Arief Apresiasi Penyerahan Rumah Layak Huni di Desa Simpang Terusan

“Jangan sampai nanti anak-anak memiliki paham jihad yang salah. Ini bahaya sekali,” kata Gubernur Al Haris.

Soal narkoba dan perundungan, Gubernur Al Haris juga menyampaikan data memprihatinkan. Menurutnya, di lembaga pemasyarakatan anak, rata-rata penghuninya terlibat narkoba. Sementara untuk perundungan, data nasional menunjukkan sekitar 57% sekolah di Indonesia masih mengalami kasus bullying yang membuat korban tidak nyaman hingga tidak mau lagi ke sekolah.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER