Jambidalamberita.id, BATANG HARI – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang Hari menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan dan Penanggulangan Geng Motor di Aula Besar Kantor Bupati Batang Hari, Selasa (21/7/2026).
Rakor mengusung tema "Menolak Aktivitas Geng Motor dan Berandal Jalanan demi Terwujudnya Lingkungan yang Aman, Tertib, Damai, dan Kondusif."
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, Mula P. Rambe, S.Sos, didampingi Kajari Batang Hari Dr. H. Muhammad Irwan, S.H., M.H., Kabag Ops Polres Batang Hari AKP Harianto Sitepu, S.E., M.M., Danramil Mersam Kapten Inf. Faisol, serta Anggota DPRD Batang Hari Bustomi, S.Ag., M.Pd.I.
Rakor turut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, FKUB, para camat, kepala sekolah, hingga Ketua OSIS SMA/sederajat se-Kabupaten Batang Hari.
Dalam sambutan Bupati Batang Hari yang dibacakan Sekda Mula P. Rambe, disampaikan bahwa aksi geng motor kini telah berkembang dari sekadar kenakalan remaja menjadi tindak kriminal yang meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat.
"Kita tidak boleh memberikan toleransi sekecil apa pun terhadap tindakan destruktif ini. Namun penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, sekolah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Pemkab Batang Hari menekankan tiga strategi utama dalam upaya penanggulangan geng motor, yakni:
Persuasif, melalui penyediaan wadah kreativitas generasi muda lewat kegiatan olahraga, seni, dan kepemudaan.
Preventif, dengan memperkuat pendidikan karakter, sosialisasi bahaya geng motor di sekolah, serta meningkatkan pengawasan orang tua terhadap anak.
Represif, yakni mendukung penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku tindak pidana, khususnya yang membawa senjata tajam dan melakukan aksi kekerasan.
Selain itu, Sekda juga mengajak seluruh pihak untuk segera membentuk posko pengaduan, mengaktifkan kembali siskamling di tingkat RT/RW, serta meningkatkan patroli gabungan di titik-titik yang dinilai rawan.
Sementara itu, sambutan Kapolres Batang Hari yang dibacakan Kabag Ops AKP Harianto Sitepu menegaskan bahwa keberadaan geng motor tidak memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan justru identik dengan berbagai tindak kriminal, seperti tawuran, penganiayaan, hingga kejahatan jalanan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.