Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan sesuai standar teknis, tepat waktu, dan tetap mengedepankan kualitas.
"Saya berharap seluruh pihak, termasuk kontraktor dan dinas terkait, bekerja secara profesional sehingga rumah sakit ini segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris turut meminta dukungan Kementerian Kesehatan untuk melengkapi kebutuhan alat kesehatan dan sarana pendukung lainnya.
"Untuk kelengkapan alat kesehatan yang belum tersedia, akan kita koordinasikan dengan pemerintah pusat. Ada anggaran sekitar Rp50 miliar yang dapat dimanfaatkan untuk melengkapi kebutuhan rumah sakit ini," jelasnya.
Ia juga mengajak media massa dan seluruh elemen masyarakat ikut mengawal proses pembangunan agar berjalan lancar, transparan, dan terhindar dari berbagai kesalahpahaman.
"Tolong kawal pembangunan ini. Media-media semua saya minta ikut mengawal dengan baik," pesannya.
Peletakan batu pertama ini menjadi awal pembangunan fasilitas kesehatan yang diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, berkualitas, dan komprehensif bagi masyarakat Kerinci. Kehadiran RSUD Bukit Tengah juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas layanan rujukan spesialistik serta mengatasi persoalan akses kesehatan di daerah terpencil.
Dalam sesi wawancara, Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan RSUD Bukit Tengah didukung anggaran APBN sebesar Rp137,5 miliar, ditambah pengadaan alat kesehatan senilai lebih dari Rp50 miliar. Pembangunan dilaksanakan dengan skema single year dan ditargetkan rampung pada Desember 2026, sehingga rumah sakit dapat mulai beroperasi pada 2027.
Menurutnya, pembangunan rumah sakit ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat Kabupaten Kerinci saat ini belum memiliki rumah sakit sendiri setelah pemekaran daerah dan berpindahnya rumah sakit lama ke Kota Sungai Penuh.
Al Haris memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan terus memantau pelaksanaan proyek sekaligus membantu memenuhi berbagai kebutuhan yang masih kurang sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi kepada daerah.
Selain sarana dan prasarana, ia kembali menegaskan pentingnya kesiapan SDM. RSUD Bukit Tengah nantinya direncanakan memiliki layanan hemodialisis, pusat layanan jantung, hingga kemoterapi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah seperti Sumatera Barat maupun Kota Jambi.
Untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis, pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Gubernur optimistis, dengan fasilitas yang memadai dan SDM yang berkualitas, pelayanan kesehatan di Kabupaten Kerinci akan semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.