"Banyak jalan yang telah kita bangun sejak tahun 2021 hingga sekarang. Dulu masyarakat harus menempuh perjalanan hingga dua jam di ruas jalan yang rusak. Kini waktu tempuh jauh lebih singkat, biaya transportasi berkurang, dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar," ujar Fadhil.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menjaga jalan dan jembatan dengan tidak melintaskan kendaraan melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Menurutnya, kendaraan bertonase berlebih menjadi salah satu penyebab utama kerusakan infrastruktur.
Ia juga menegaskan agar kendaraan bermuatan tidak berhenti di atas jembatan karena konstruksi jembatan dirancang untuk kendaraan yang melintas, bukan untuk menahan beban statis dalam waktu lama.
"Jembatan ini dirancang untuk kendaraan yang bergerak melintas. Jika kendaraan bermuatan berhenti di atas jembatan, beban yang diterima konstruksi akan jauh lebih besar sehingga dapat mempercepat kerusakan dan mengurangi umur layanan jembatan," tegasnya.
Fadhil mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat seluruh infrastruktur yang telah dibangun, terlebih di tengah kondisi fiskal yang semakin ketat sehingga pembangunan baru membutuhkan perjuangan yang lebih besar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUTR, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), serta pihak rekanan yang telah menyelesaikan pembangunan dengan baik sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dengan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim", Bupati Mhd Fadhil Arief secara resmi meresmikan Jembatan Sungai Badak Mati I dan II beserta ruas Jalan Desa Lopak Aur pada Senin, 29 Juni 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Kapolsek Pemayung, kepala puskesmas, para kepala desa, Ketua Adat, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimcam dan instansi vertikal lainnya.